
Mobility Research untuk Diaspora oleh COMNETS FASILKOM UNSRI menghadirkan Prof. Dr. Rahmat Budiarto dari Al Baha University, Arab Saudi, di Kampus UNSRI Palembang, 11–12 Agustus 2026. (Foto: IST)
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) memperkuat jejaring riset dan kolaborasi akademik internasional melalui kegiatan Mobility Research untuk Diaspora yang menghadirkan Prof. Dr. Rahmat Budiarto, profesor diaspora Indonesia yang berkiprah di Al Baha University, Arab Saudi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Keilmuan COMNETS Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UNSRI tersebut berlangsung selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di Kampus UNSRI Palembang.
Program ini mempertemukan Prof. Rahmat dengan puluhan peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni program sarjana, hingga mahasiswa doktoral UNSRI.
Kegiatan diarahkan untuk memperluas wawasan dan jejaring di bidang ilmu komputer, khususnya jaringan komputer, keamanan siber, serta perkembangan Artificial Intelligence (AI), sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian dengan akademisi di luar negeri.
Pelaksanaan kegiatan didukung melalui hibah Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Prof. Dr. Rahmat Budiarto sendiri merupakan diaspora Indonesia yang telah berkiprah sebagai full professor di Al Baha University, Arab Saudi, sejak 2014. Kepakarannya dalam jaringan komputer dan keamanan siber memiliki keterkaitan dengan bidang riset Kelompok Keilmuan COMNETS.
Selama berkarier di tingkat internasional, Prof. Rahmat aktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi serta terlibat dalam berbagai penghargaan, hibah, dan proyek penelitian di luar negeri. Kehadirannya menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia yang berkiprah di luar negeri dengan sivitas akademika UNSRI.
Selain membahas perkembangan keilmuan dan teknologi, pertemuan tersebut diarahkan untuk memperluas akses kolaborasi riset internasional sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dan peneliti muda.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Subdirektorat Alumni UNSRI, Prof. Deris Stiawan, Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Deris mengangkat isu “Jobs and the Future of Work” dengan menyoroti perubahan kebutuhan dan karakteristik dunia kerja seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi turut menggeser pola pekerjaan di berbagai sektor. Fenomena layoff pada sejumlah industri, terutama perusahaan teknologi, serta munculnya bentuk dan kebutuhan pekerjaan baru menjadi tantangan yang perlu dipahami oleh lulusan perguruan tinggi.
“Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi, belajar sepanjang hayat, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi,” paparnya.
Menurutnya, perubahan tersebut membuat mahasiswa dan alumni perlu memiliki kemampuan yang lebih luas. Selain penguasaan teknis, dunia kerja semakin membutuhkan kemampuan berkolaborasi, berinovasi, menyelesaikan persoalan, serta menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang.
Prof. Deris menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah memengaruhi bukan hanya cara pekerjaan dilakukan, tetapi juga arah kebutuhan tenaga kerja.
“Teknologi mulai ikut menentukan pekerjaan apa yang diciptakan, pekerjaan apa yang berubah, pekerjaan apa yang hilang, dan keterampilan apa yang menjadi mahal,” tambahnya.
Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Rahmat Budiarto memaparkan perkembangan dan arah riset computer science di era AI.
Pembahasan difokuskan pada perkembangan teknologi jaringan komputer dan keamanan siber serta berbagai tantangan yang muncul seiring semakin luasnya penerapan AI.
Prof. Rahmat menjelaskan bahwa perkembangan AI membawa peluang dalam meningkatkan kemampuan sistem komputasi dan jaringan. Di sisi lain, teknologi tersebut juga memunculkan tantangan baru terkait keamanan dan keandalan sistem digital.
“Perkembangan AI di satu sisi memberikan peluang besar untuk meningkatkan kemampuan sistem komputasi dan jaringan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan dan keandalan sistem digital,” ujarnya.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah topik penelitian yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, termasuk bidang jaringan komputer dan keamanan siber.
Pembahasan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat peluang pengembangan riset yang memiliki relevansi dengan perkembangan teknologi global.
Tidak hanya menyampaikan perkembangan keilmuan, Prof. Rahmat turut membagikan pengalaman selama menjalankan penelitian dan membangun kolaborasi internasional.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai proses pengembangan penelitian, kerja sama antarpeneliti, hingga upaya membawa hasil riset agar memiliki kontribusi di tingkat internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai peluang penelitian, perkembangan AI, keamanan siber, serta persiapan untuk melanjutkan studi maupun membangun karier di tingkat global.
Salah satu agenda berikutnya diarahkan pada mahasiswa doktoral yang tengah mengembangkan penelitian di bidang keamanan siber, khususnya Industrial Internet of Things (IIoT).
Dalam sesi progress report, mahasiswa memaparkan perkembangan penelitian yang masih berada pada tahap literature review untuk mendapatkan masukan terkait arah penelitian.
Prof. Rahmat bersama peserta kemudian membahas pemetaan penelitian, identifikasi research gap, serta peluang pengembangan topik agar memiliki kontribusi ilmiah yang lebih kuat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa doktoral untuk memperoleh masukan langsung dari akademisi dengan pengalaman penelitian internasional.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan pembahasan mengenai peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Sesi ini secara khusus diarahkan untuk membantu mahasiswa, alumni, dan peneliti memahami strategi menghasilkan artikel yang memiliki peluang lebih besar untuk diterima di jurnal internasional bereputasi.
Prof. Rahmat menguraikan proses penulisan artikel ilmiah sejak menentukan fokus penelitian hingga menghadapi proses publikasi. Materi mencakup penyusunan argumentasi, struktur artikel, penyajian hasil penelitian, serta cara memastikan kontribusi penelitian dapat dipahami secara jelas oleh pembaca dan reviewer.
Ia juga membahas berbagai hal yang “do and don't” dalam penulisan artikel ilmiah berdasarkan pengalaman penelitian dan publikasi internasional.
Peserta diajak melihat naskah tidak hanya dari sisi penulis, tetapi juga dari perspektif editor dan reviewer, termasuk dalam menentukan jurnal, menyesuaikan artikel dengan scope jurnal, memperkuat novelty, dan menghindari kesalahan yang berpotensi menyebabkan manuskrip ditolak.
Pembahasan tersebut memberikan bekal praktis bagi sivitas akademika UNSRI untuk meningkatkan kualitas publikasi sekaligus membangun budaya penelitian yang mengikuti standar akademik internasional.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai peluang kolaborasi penelitian antara peneliti dan alumni UNSRI dengan mitra akademik di luar negeri, terutama di Arab Saudi.
Pengalaman Prof. Rahmat selama berkiprah di Al Baha University menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui jejaring akademik dan penelitian.
Dalam sesi tersebut, Prof. Rahmat turut menjelaskan perkembangan agenda riset di Arab Saudi yang semakin banyak diarahkan pada isu sustainability dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Kondisi ini membuka peluang bagi peneliti lintas disiplin untuk mengembangkan penelitian bersama yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata dan pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah strategi membangun kolaborasi internasional turut dibahas, mulai dari membangun jejaring dengan peneliti luar negeri, menentukan tema yang memiliki kepentingan bersama, menyusun proposal penelitian kolaboratif, hingga mengembangkan riset yang berpotensi memperoleh pendanaan internasional.
Dengan demikian, kegiatan Mobility Research untuk Diaspora menjadi salah satu upaya UNSRI dalam memanfaatkan jejaring diaspora Indonesia untuk memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi.
Kehadiran Prof. Rahmat tidak hanya memberikan tambahan wawasan mengenai perkembangan ilmu komputer, tetapi juga membuka ruang bagi sivitas akademika untuk terhubung dengan jejaring riset internasional.
Melalui kegiatan tersebut, COMNETS FASILKOM UNSRI mendorong pengembangan kerja sama yang berkelanjutan dalam bentuk publikasi bersama, penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, serta pengembangan talenta.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas peneliti dan mahasiswa UNSRI sekaligus meningkatkan daya saing hasil penelitian di tingkat internasional.
Di tengah perkembangan AI dan percepatan transformasi digital, penguatan kompetensi serta jejaring penelitian global menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi dengan diaspora Indonesia di berbagai perguruan tinggi dunia diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan riset dan inovasi di UNSRI. (*)