
Rangkaian PKKMB UNSRI Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung di Auditorium UNSRI, Kampus Indralaya, Rabu (12/8/2026). (Foto: IST)
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) melanjutkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 dengan memberikan pembekalan mengenai kehidupan perkuiahan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Kegiatan berlangsung di Auditorium UNSRI, Kampus Indralaya, Rabu (12/8/2026).
Materi yang diberikan mencakup pengenalan sistem akademik, fasilitas kesehatan, peluang internasionalisasi dan pengembangan karier, pencegahan kekerasan di lingkungan kampus, hingga organisasi kemahasiswaan.
Rangkaian kegiatan sendiri menghadirkan jajaran pimpinan UNSRI, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), mitra eksternal, serta organisasi mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., menjadi salah satu narasumber dengan menyampaikan sejumlah hal yang perlu diketahui mahasiswa baru terkait proses perkuliahan.
Dalam pemaparannya, Prof. Rujito menjelaskan sistem satuan kredit semester (SKS), pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), peran dosen pembimbing akademik, serta ketentuan kehadiran dalam perkuliahan.
“Sebagai mahasiswa tentu harus memahami apa yang harus dilakukan pada saat kegiatan di kampus. Tentu ada perubahan pada saat dari sekolah menengah menjadi mahasiswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dosen pembimbing akademik dapat menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk berkonsultasi selama mengikuti perkuliahan.
Pada semester pertama, mahasiswa akan mengikuti 20 SKS dan melakukan pengisian KRS serta memperoleh persetujuan dari dosen pembimbing akademik.
Tidak hanya mengenai perkuliahan, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas UNSRI yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan selama berada di kampus.
Fasilitas tersebut antara lain student center, sarana seni dan budaya, perpustakaan, teater, asrama, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Dari sisi layanan kesehatan, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI sekaligus Kepala UPT Klinik UNSRI, Prof. Dr. dr. Hj. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes., memperkenalkan layanan kesehatan yang tersedia bagi sivitas akademika.
“Kenapa ini penting? Karena salah satu penunjang menjaga kesehatan kita bersama adalah UPP Klinik,” ujarnya.
Prof. Radiyati menjelaskan, UPT Klinik UNSRI beroperasi di dua lokasi, yakni Indralaya dan Bukit Besar. Kedua fasilitas tersebut telah memperoleh akreditasi paripurna sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Layanan yang tersedia mencakup poliklinik, laboratorium, radiologi, layanan psikologi, serta pemeriksaan kesehatan mahasiswa.
“Mahasiswa dapat memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik UNSRI Indralaya maupun Bukit Besar tanpa harus memindahkan kepesertaan BPJS. Selain memberikan pelayanan kesehatan, klinik juga menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pengabdian di bidang kesehatan dan kedokteran,” jelasnya
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, M.T., memperkenalkan platform resmi #Iam UNSRI sebagai salah satu sarana informasi dan akses berbagai peluang selama menjalani masa studi.
Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai kerja sama, internasionalisasi, magang, beasiswa, mobilitas mahasiswa, hingga pengembangan karier. Mahasiswa juga diarahkan untuk membangun jejaring dengan dosen, industri, perguruan tinggi luar negeri, maupun alumni.
“Direktorat ini ingin menghubungkan mahasiswa dengan dosen, dengan industri, dengan universitas luar negeri dan sebagainya,” ujar Prof. Joni.
Berbagai program internasional turut dikenalkan, di antaranya outbound, student exchange, summer course, dan peluang mendapatkan beasiswa luar negeri.
Deretan program tersebut menjadi bagian dari kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman serta membangun jejaring di tingkat internasional.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai persiapan memasuki dunia kerja, mulai dari penyusunan CV, persiapan wawancara, job hunting, job fair, hingga persiapan karier internasional.
Aspek keamanan dan perlindungan mahasiswa juga menjadi materi dalam rangkaian kegiatan. Satgas PPKPT UNSRI memberikan sosialisasi mengenai tugas dan perannya dalam mencegah serta menangani kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa baru diberi pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, termasuk mekanisme pelaporan, pendampingan, dan penanganannya. Mereka diimbau untuk tidak ragu melapor apabila mengalami ataupun mengetahui adanya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Satgas PPKPT juga menegaskan bahwa upaya menciptakan kampus yang aman perlu melibatkan seluruh warga perguruan tinggi dengan tetap memperhatikan keamanan data pribadi korban.
“Semua kita berperan, dari langkah kecil itu akan menjadi langkah-langkah besar dalam hal preventing campus violence,” tegas perwakilan Satgas PPKPT.
Dari sisi kehidupan kemahasiswaan, Presiden Mahasiswa UNSRI, Muhamad Gebri Valensyah, mengajak mahasiswa baru untuk melihat masa perkuliahan sebagai ruang dalam mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi.
“Hari ini kalian hadir bukan hanya sekadar untuk mengejar IPK tertinggi, tapi hari ini kalian hadir untuk menyuarakan suara-suara rakyat Indonesia dan untuk menciptakan perubahan-perubahan besar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebanyak 19 organisasi mahasiswa (ormawa) diperkenalkan melalui berbagai penampilan di hadapan mahasiswa baru.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa dapat mengenal berbagai pilihan organisasi yang tersedia di UNSRI sekaligus mempertimbangkan ruang untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi.
Keikutsertaan dalam organisasi dinilai dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar kegiatan akademik, memperluas jejaring, serta mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang perjalanan akademik maupun profesional.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan turut menghadirkan Paragon dan Grab melalui sesi sosialisasi kepada mahasiswa baru. Kedua mitra tersebut turut mendukung kegiatan dengan menghadirkan sesi interaktif bersama mahasiswa.
Secara keseluruhan, rangkaian pengenalan tersebut memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai berbagai aspek kehidupan di UNSRI, mulai dari sistem akademik, fasilitas kesehatan, peluang internasional dan karier, hingga keamanan serta kegiatan kemahasiswaan.
Berbagai informasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali lingkungan kampus dan memanfaatkan fasilitas maupun kesempatan yang tersedia selama menempuh pendidikan di UNSRI. (*)