terkini

Lebih Dari Sekadar Pakaian, Seragam Peninggalan di MONPERA Ini Jadi Simbol Perjuangan di Perang Lima Hari Lima Malam

Wednesday, January 21, 2026, Wednesday, January 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T05:00:00Z

Contoh Pakaian Para Pejuang Kemerdekaan Wilayah Sumatra Selatan di MONPERA. (Foto: Nazayla Putri)

PUYANG
- Kemerdekaan suatu Negara pastinya diraih dengan banyak pengorbanan para pejuang, begitupula dengan Indonesia yang telah mengalami penjajahan selama  berpuluh-puluh tahun lamanya.


Untung mengenang jasa para Pahlawan, dibangunlah Museum yang menyimpan berbagai jejak dan peninggalan dari sejarah di masa lampau. 


Salah satunya adalah Monumen Perjuangan Rakyat Sumatra Bagian Selatan (MONPERA SUMBAGSEL) yang menyimpan banyak koleksi Perang Lima Hari Lima Malam.


Perang itu sendiri merupakan pertempuran yang dilatarbelakangi oleh Sekutu yang memasuki wilayah Palembang untuk mengurus tawanan perang militer mereka dan mengambil senjata dari militer Jepang pada 12 Oktober 1945. 


Seperti namanya, perang tersebut berlangsung selama lima hari lima malam dan menghancurkan seperlima kota Palembang.


Tak hanya itu, perang tersebut juga melibatkan banyak pasukan pribumi termasuk 7 tokoh pejuang terkenal, salah satunya adalah Brigadir Jendral Hasan Kasim.


Muhammad Romiansyah (21), salah satu guide di MONPERA mengungkapkan bahwa di antara banyaknya koleksi disana, diantaranya terdapat baju peninggalan yang banyak menarik perhatian.


“Di MONPERA ada dua lantai yang menyimpan tiga pasang baju peninggalan ya. Itu di lantai 5 ada dua, dan di lantai 3 ada satu,” ungkap Romi.


Di lantai 5, terdapat dua pasang baju yang diletakan di dalam kaca. Dimana satu baju merupakan baju kemerdekaan di wilayah Sumatera Selatan yang digunakan oleh Pasukan khusus, dan satu lagi baju asli milik Brigadir Jendral Hasan Kasim yang melambangkan baju Tentara Nasional Republik Indonesia.


Sementara di lantai 3 menyimpan sepasang replika seragam Tentara Hitam yang menyerupai seragam Pasukan Khusus di Sumatera Selatan. 


Romi menjelaskan, sosok Brigadir Jendral Hasan Kasim merupakan tokoh yang berpengaruh besar di Perang Lima Hari Lima Malam. Tak heran mengapa jejaknya yang berupa seragam peninggalan bisa menjadi koleksi di MONPERA. 


“Beliau pandai mengatur strategi dan terjun langsung melawan para penjajah untuk mempertahankan wilayah Palembang. Tapi bukan berarti tokoh yang lain tidak lebih baik, kebetulan saja adanya baju beliau,” jelasnya.


Untuk membedakan baju Pasukan Khusus yang ada di lantai 5 dan 3, para pengunjung bisa melihatnya dari segi warna. 


Jikalau Kopassus memiliki warna loreng yang mencolok dan ada baret merah, maka Tentara Rider berwarna sama dengan seragam Tentara sekarang dan memiliki baret cokelat kehitaman. 


“Kalau mau tahu perbedaan baju Pasukan Khusus yang di lantai 5 dan 3 itu bisa dilihat dari warna dan baretnya,” lanjut Romi.


Ia menjelaskan, baju-baju tersebut bukan hanya sekadar pakaian biasa, melainkan simbol kekuatan dan perjuangan para pejuang di masa lampau yang harus dijaga dan dilestarikan. 


Koleksi-koleksi yang ada di MONPERA berfungsi sebagai pembuktian bahwa perang Lima Hari Lima Malam sungguh pernah terjadi dan bisa dijadikan pembelajaran. 


Jadi para pengunjung bisa mengenang para Pahlawan dengan adanya pakaian tersebut serta merasa bersyukur bisa melihat langsung saksi bisunya. Baju itu jadi salah satu simbol penting dari perjuangan para pahlawan kita terdahulu. 


“Untuk beberapa orang mungkin masih meragukan kisah perang Lima Hari Lima Malam atau tokoh yang terlibat di dalamnya. Jadi semua koleksi disini termasuk seragam tersebut ibaratkan bukti dbahwa memang semuanya dulu terjadi,” imbuh Romi.


Sebagai seorang guide di MONPERA, ia berharap agar semua peninggalan yang ada bisa membuat masyarakat lebih menghargai perjuangan para pahlawan, serta mau melanjutkan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah susah payah didapatkan.


“Yang pasti semoga bisa menjadi penyemangat dan motivasi ya, bagaimana seragam-seragam tersebut dulunya sempat digunakan oleh para pejuang sampai kini kemerdekaan bisa kita rasakan. Jadi jangan sia-sia kan dan teruskanlah perjuangan selagi bisa,” tutup Romi. (Nazayla Putri)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lebih Dari Sekadar Pakaian, Seragam Peninggalan di MONPERA Ini Jadi Simbol Perjuangan di Perang Lima Hari Lima Malam

Terkini

Topik Populer