terkini

Beralih Ke Online Shop, Toko Ofline Mulai Ditinggalkan

Tuesday, January 27, 2026, Tuesday, January 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T05:00:00Z

Ramli (37), Pemilik Toko Atribut di Cinde sedang melayani pembeli. (Foto: Naila Safira)

PUYANG
- Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, aplikasi-aplikasi belanja online semakin marak digunakan masyarakat luas. 


Dengan berbagai kemudahan dan diskon yang diberikan, membuat sebagian besar orang lebih memilih belanja secara online yang dinilai lebih memudahkan.


Hal ini ternyata berdampak besar terhadap usaha yang hanya mengandalkan penjualan secara offline. Salah satunya adalah usaha milih Ramli (38) yang menjual berbagai Atribut dan Perlengkapan di Pasar Cinde. 


“Saya udah 10 tahun jualan disini. Ada perlengkapan, seragam, sama atribut-atribut,” jelas Ramli.


Ramli mengungkapkan, selama sepuluh tahun berniaga ia merasakan perbedaan yang cukup signifikan dalam urusan penjualan. Apalagi semenjak maraknya penggunaan online shop, usaha kecil sepertinya perlahan mulai ditinggalkan.


“Dalam satu hari paling ramai 10-15 orang yang beli. Beda banget lah sama dulu, sekarang kan orang pada belanja lewat online,” ungkapnya. 


Selain barang dagangannya yang lebih mudah ditemukan di toko online, juga perekonomian yang sedang carut-marut sekarang, keadaan semakin dipersulit dengan toko miliknya yang mudah kebanjiran saat hujan datang.


Kedepannya, Ramli berharap agar semuanya lekas membaik dan tokonya dapat kembali ramai.


Di sisi lain, keadaan ini ternyata sejalan dengan pemikiran Mona Aulia (19), Mahasiswa yang gemar berbelanja melalui aplikasi belanja online.


“Saya udah mulai belanja online sejak kelas 6 SD. Biasanya beli baju, sepatu, hijab, banyak lah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, online shop terkadang menyediakan banyak promo dan potongan ongkir sehingga lebih terjangkau. Kekurangannya, barang yang ingin dibeli tidak bisa dilihat langsung seperti di toko offline.


Meski begitu Mona tidak memaksakan pendapatnya terhadap orang lain. Karena belanja melalui online ataupun offline sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


“Tergantung ya, kalau keperluan mendesak mending beli offline aja. Tapi kalau ga terlalu urgent terus kita ga ada waktu atau males untuk beli langsung ya bisa lewat online,” imbuhnya.


Mona menyarankan, meski tidak ada rencana untuk berjualan secara offline, alangkah baiknya para pedagang offline lebih memperhatikan promosi agar bisa lebih ramai. (Nazayla Putri)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Beralih Ke Online Shop, Toko Ofline Mulai Ditinggalkan

Terkini

Topik Populer