![]() |
| Selamet dan Karyawannya Menyiapkan Pesanan Pembeli. (Foto:Nabilla Hidayati) |
PUYANG - Di antara deretan pedagang makanan yang meramaikan kawasan Plaju setiap malamnya, terdapat satu usaha kuliner gerobakan Nasi Goreng yang telah berdiri selama sepuluh tahun belakangan.
Muhammad Selamet (23), pemilik Nasi Goreng Tegal tersebut menceritakan perjalanannya dalam menjadi wirausahawan muda di dunia kuliner.
Mulanya, Selamet mendapat banyak pengalaman berharga ketika bekerja sebagai karyawan di usaha milik orang lain. Mulai dari cara memasak, melayani pelanggan, hingga memahami ritme usaha di lapangan. Dari sanalah tercetus ide untuk membangun usaha miliknya sendiri.
“Dulu saya ikut kerja sama orang, tapi setelah itu saya beranikan diri untuk mulai usaha sendiri,” ungkap Selamet.
Awalnya, Selamet membuka lapak nasi goreng di daerah Mariana. Namun karena berbagai alasan, usahanya sempat berpindah-pindah tempat hingga akhirnya menetap di Plaju dua tahun belakangan.
Nama Nasi Goreng Tegal sendiri memiliki makna khusus. Selamet yang merupakan orang asli Tegal, ingin mengenalkan cita rasa dari tempat asalnya berada.
“Saya orang Tegal, jadi saya pakai nama itu agar orang tahu ini nasi goreng khas Tegal. Selain itu, nama ini juga jadi pengingat dari mana saya berasal,” tuturnya.
Setiap hari Nasi Goreng Tegal buka mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 01.00 dini hari. Jam operasional ini dipilih agar bisa melayani pelanggan yang ingin menikmati santapan hangat di malam hari.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari nasi goreng, mie goreng, kwetiau, mie bihun, dan berbagai menu variatif lainnya.
Harga yang ditawarkan juga sangat ramah di kantong. Untuk seporsi menu biasa para pembeli cukup merogoh kantong sebesar Rp13.000 saja, sementara untuk menu spesial dengan tambahan telur ganda dibandrol dengan harga Rp16.000.
Tak heran, dengan menyajikan berbagai menu comfort food dengan harga yang terjangkau, usaha tersebut mampu bertahan dan laris manis setiap harinya.
Kedepannya, Selamet berharap Nasi Goreng Tegal dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lidah masyarakat Palembang.
“Harapan saya semoga usaha ini terus lancar, makin ramai pengunjungnya. InsyaAllah nanti bisa buka cabang lain, supaya makin banyak orang bisa cobain nasi goreng khas Tegal ini,” tutupnya. (Nabilla Hidayati)
.jpg)