terkini

Jadi Spot Favorit Pengunjung, MONPERA Simpan Koleksi Mata Uang Indonesia dari Masa Ke Masa

Wednesday, January 21, 2026, Wednesday, January 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T23:00:00Z

Salah Satu Koleksi Mata Uang di MONPERA. (Foto: Nazayla Putri)

PUYANG
- Baik dulu maupun sekarang, sistem perekonomian suatu Negara menjadi salah satu penopang dalam keberlangsungannya, begitupula dengan Indonesia yang dulunya sempat mengalami penjajahan berpuluh-puluh tahun lamanya.


Di Palembang, terdapat Museum yang menyimpan jejak-jejak perekonomian Indonesia di masa lampau melalui koleksi mata uang di Monumen Perjuangan Rakyat Sumatra Bagian Selatan (MONPERA SUMBAGSEL).


Muhammad Romiansyah (21), salah satu guide disana mengatakan dari total 8 lantai dan berbagai peninggalan semasa Perang Lima Hari Lima Malam yang ada di MONPERA, terdapat 3 lantai yang menyimpan koleksi uang masa lampau. 


Koleksi uang yang pertama berada di lantai 2. Ketika memasuki lantai tersebut, para pengunjung akan disambut banyak koleksi yang salah satunya adalah tiga mata uang dari tiga Negara berbeda yaitu VOC, Republik, dan Jepang.


“Uang VOC itu uang yang dikeluarkan oleh perusahaan dagang Belanda. Uang Republik dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda selama masa penjajahan mereka. Dan terakhir mata uang Jepang itu berlaku saat kependudukan Jepang,” jelas Romi. 


Lalu di lantai 3, terdapat mata uang kertas dari Sumatra Selatan yang pertama kali digunakan yaitu 40 rupiah. Dan saat naik ke lantai selanjutnya, ada pula mata uang Republik Indonesia.


Romi menambahkan, terkhusus untuk koleksi mata uang Sumatra Selatan tidak digunakan atau diperjualbelikan di daerah lainnya, melainkan hanya di daerah Sumsel saja. 


Selain itu, penggunaannya juga hanya bertahan selama dua tahun sampai akhirnya kembali menggunakan mata uang Republik Indonesia. 


Menurutnya Romi, desain uang yang unik dan sejarahnya yang menarik menjadi salah satu alasan mengapa uang-uang tersebut mampu menarik perhatian para pengunjung yang datang.


“Koleksi uang tersebut kan sudah tidak digunakan dan jarang ada di tempat lain, pastinya banyak orang yang penasaran. Apalagi desain dan bentuknya itu unik-unik,” imbuh Romi.


Selain untuk koleksi sejarah, koleksi-koleksi tersebut juga bertujuan untuk menyampaikan kisah dan pelajaran berharga bagaimana para pendahulu kita memperjuangkan kemerdekaan. 


Terlebih dalam perjuangan tersebut, berbagai aspek kehidupan tentunya banyak terlibat, terutama tatanan ekonomi yang erat hubungannya dengan uang sebagai alat tukar pada masa itu. 


“Semua koleksi disini kan tujuannya untuk mendapat ilmu dan pelajaran Apalagi di zaman sekarang kan sudah sulit ditemukan dan tidak digunakan lagi ya, jadi ada nilainya tersendiri dan sebagai saksi bisu bagaimana keadaan ekonomi pada masa itu,” ujarnya.


Sebagai salah satu upaya untuk terus merawat dan menjaga koleksi uang-uang tersebut, semua koleksinya dimasukkan kedalam bingkai dan sekat kaca, agar tidak bisa langsung disentuh para pengunjung demi menghindari kerusakan dan hal yang tak diinginkan lainnya.


“Salah satu upaya menjaganya itu ya dibingkai, dan dimasukkan lagi ke dalam sekat kaca. Jadi ga akan mudah kena debu atau dipegang-pegang pengunjung. Dan para pengunjung cukup melihatnya saja untuk menghindari kerusakan,” tutup Romi. (Nazayla Putri)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jadi Spot Favorit Pengunjung, MONPERA Simpan Koleksi Mata Uang Indonesia dari Masa Ke Masa

Terkini

Topik Populer