terkini

Harun Sohar: Sosok Pejuang Panutan Bagi Para Pemuda di Perang Lima Hari Lima Malam

Friday, January 23, 2026, Friday, January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T03:20:01Z

Patung Setengah Badan Harun Sohar di MONPERA. (Foto: Nabilla Hidayati)

PUYANG
- Di zaman sekarang nama Mayor Jendral (Purn) H. Harun Sohar tidak sepopuler tokoh nasional lainnya. 


Tetapi di Sumatra Selatan, khususnya di kota Palembang, ia dikenang sebagai salah satu pejuang yang memberikan sejarah penting dalam mempertahankan daerah pasca kemerdekaan Indonesia. 


Harun Sohar lahir di Muara Tiga Lahat pada 10 Desember 1919. Sejak muda ia dikenal memiliki kecerdasan serta kepedulian terhadap sesama. 


Pendidikan dasar ia tempuh di sekolah pribumi, kemudian melanjutkan ke sekolah lanjutan yang banyak melahirkan kaum terpelajar di masa Kolonial Belanda. Dari lingkungan inilah kesadaran Nasionalisme Harun Sohar tumbuh.


Menurut Muhammad Romiansyah (21), Tour Guide Museum Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA), kisah tentang Harun Sohar banyak didapat dari catatan sejarah daerah.


“Harun Sohar adalah tokoh lokal yang berperan besar dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. Walaupun tidak setenar tokoh nasional lain, jasa-jasanya sangat besar dan dirasakan oleh masyarakat,” jelas Romi.


Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Palembang menjadi salah satu kota yang diperebutkan kembali oleh Belanda. Harun Sohar berada di garis depan perjuangan, mengorganisir pemuda dan rakyat untuk mengangkat senjata. 


Puncak perlawanan terjadi di Pertempuran Lima Hari Lima Malam pada tanggal 1–5 Januari 1947. Pertempuran itu menjadi simbol perlawanan rakyat Palembang terhadap agresi militer Belanda.


“Dalam pertempuran itu, Harun Sohar ikut terlibat langsung. Beliau dikenal berani, tidak takut menghadapi senjata modern Belanda. Semangatnya membuat para pemuda semakin gigih,” imbuhnya. 


Ia pensiun pada tahun 1976 dengan pangkat terakhir Mayor Jendral TNI Purnawiran. Kini, jejak perjuangan Harun Sohar dapat dikenang melalui peninggalan sejarah dan penamaan fasilitas umum.

 

RSUD Harun Sohar menjadi pengingat bahwa semangat perjuangannya bukan hanya untuk merdeka, tapi juga untuk menyejahterakan rakyat.


“Generasi muda perlu tahu bahwa banyak pejuang daerah yang jasanya besar, termasuk Harun Sohar. Museum Balaputra Dewa berkomitmen menjaga catatan sejarah ini agar tidak hilang ditelan zaman,” tutup Romiansyah. (Nabilla Hidayati)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Harun Sohar: Sosok Pejuang Panutan Bagi Para Pemuda di Perang Lima Hari Lima Malam

Terkini

Topik Populer