terkini

Kisah drg. M. Isa: Sosok 'Dokter Pejuang' dibalik Agresi Belanda II Tahun 1948

Thursday, January 22, 2026, Thursday, January 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T03:18:57Z

Patung Setengah Badan drg. M. Isa di MONPERA. (Foto: Nabilla Hidayati)

PUYANG
- Bagi para pecinta sejarah, nama drg. M. Isa bukan hanya sekedar tokoh, melainkan sebagai simbol perjuangan dan kepemimpinan di Palembang. 


Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai dokter gigi, tetapi juga sebagai pemimpin perlawanan yang gigih melawan penjajah terutama pada masa Agresi Militer Belanda II.


Menurut Muhammad Romiansyah (21), Tour Guide Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, drg. M. Isa merupakan figur yang memiliki semangat juang tinggi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.


“Dengan latar belakang sebagai dokter gigi, beliau menggunakan keahliannya untuk membantu kesehatan para pejuang, sekaligus turun langsung memimpin perlawanan di masa-masa genting,” Jelas Romi. 


drg. M. Isa lahir di Binjai Sumatera Utara pada 4 Juni 1909. Sejak muda, ia dikenal cerdas dan tekun belajar hingga berhasil menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Holandsch Inlandsh School (HIS), Meer Vitgebreid Lager Onderwijr (MULO), Alegemeen Metddelbare School, School Tot Opleiding Van Indische Tendarsten.


Namun, di tengah karirnya, situasi politik memanggilnya untuk ikut berjuang membela tanah air.


"Semangat nasionalisme yang berkobar membuat drg. M. Isa meninggalkan kenyamanan profesi demi bergabung dalam barisan perjuangan rakyat," ujar Romi. 


Pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948, drg. M. Isa menjabat sebagai salah satu tokoh penting dalam pemerintahan darurat di Sumatra Selatan. 


Ia terlibat langsung dalam mengatur strategi perlawanan, proses mengatur, dan memberikan layanan medis kepada pasukan. 


"Perannya sangat besar dalam menjaga moral para pejuang yang berada di garis depan maupun masyarakat sipil yang terdampak," tambahnya. 


drg. M. Isa wafat pada tanggal 7 November 1979 ketika ia berusia 70 tahun. Untung mengenang jasanya, dibuatlah lukisan dan patung yang menggambarkan sosok drg. M. Isa.


“Banyak pengunjung tidak menyangka bahwa seorang dokter gigi bisa memegang peran sangat penting dalam perjuangan bersenjata. Melihat koleksi ini, kita diajak untuk memahami bahwa kontribusi setiap profesi sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan,” lanjutnya.


Kisah drg. M. Isa bukan sekadar Pahlawan catatan sejarah, melainkan sumber motivasi. Sosoknya mengajarkan bahwa keberanian, kecerdasan, dan pengorbanan adalah kunci dalam mempertahankan kemerdekaan.


“Kami di MONPERA berharap setiap pengunjung yang mengetahui kisah beliau akan pulang membawa semangat perjuangan itu ke kehidupan mereka,” pungkas Romi. (Nabila Hidayati)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kisah drg. M. Isa: Sosok 'Dokter Pejuang' dibalik Agresi Belanda II Tahun 1948

Terkini

Topik Populer