.jpg)
Pasar Modern Plaju. (Foto: Nabilla Hidayati)
PUYANG - Di era dimana Supermarket besar bertebaran, kehadiran Pasar Tradisional tetap tak bisa tergantikan. Keduanya sama-sama diciptakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pasar Modern Plaju, salah satu contoh Pasar Tradisional yang masih bertahan hingga sekarang ternyata memiliki sejarah yang menarik dibelakangnya.
Dulu, masyarakat Plaju mengenalnya sebagai pasar tumpah, tempat dimana terjadinya jual beli lauk-pauk hingga barang pecah belah.
Kurnia Irawan (48), salah satu pegawai Pasar Modern Plaju membagikan cerita bagaimana awal mula pasar ini bisa dibentuk.
Pada awal tahun 2007, Puskop Melati melalui Unit Usaha Pengelola Pasar mulai merelokasi Pasar Plaju yang mulanya Pasar tak beraturan, menjadi Pasar Tradisional Modern Plaju.
“Pembangunan Pasar tersebut selesai pada bulan Agustus 2008 dan diresmikan oleh walikota Palembang pada tanggal 16 Oktober 2008,” jelasnya.
Menurut Kurnia, ada 3 alasan dibalik pembangunan Pasar Modern Plaju.
Pertama, untuk mengurangi kemacetan jalan raya akibat pedagang yang tak beraturan.
Kedua, agar penataan wilayah Kota khususnya Plaju menjadi lebih tertata.
Lalu yang ketiga, untuk mendukung pengembangan Kota Palembang sebagai pusat Ekonomi dan Perdagangan.
Perlu diketahui, sebelum adanya Pasar Modern Plaju, aktivitas jual beli masyarakat sangat tidak teratur dan mengganggu pengguna jalan.
“Sebelum ada Pasar Modern Plaju, aktivitas jual beli itu biasanya di lapak pinggir jalan atau di pasar tapi berantakan. Jadi situasinya cukup semrawut dengan fasilitas yang sangat minim,” ujar Kurnia.
Untuk sistem pembayaran, sebagian besar transaksi masih dilakukan secara tradisional menggunakan uang tunai. Namun, beberapa pedagang mulai menyediakan metode pembayaran digital seperti QRIS dan digital lainnya.
Kurnia menambahkan, pola pikir masyarakat semakin tahun semakin berubah mengikuti perkembangan zaman.
Konsumen saat ini cenderung lebih selektif dalam memperhatikan kualitas barang dan kenyamanan saat berbelanja.
Karena itu setelah Pasar Modern Plaju akhirnya resmi didirikan, masyarakat langsung menerima dengan tangan terbuka.
Banyak warga merasa lebih aman berbelanja di tempat yang memiliki fasilitas baik. Sementara para pedagang juga merasa terbantu dengan suasana yang lebih profesional.
“Respon masyarakat cukup antusias karena mereka akhirnya memiliki tempat belanja yang lebih nyaman, bersih, dan tertata. Para pedagang juga terbantu. Jadi bisa menguntungkan keduanya,” pungkas Kurnia.
Dengan adanya penataan ulang ini, diharapkan Pasar Modern Plaju dapat menjadi pasar yang lebih memadai, juga menjadi pusat perekonomian dan perdagangan masyarakat. (Nabilla Hidayati)