terkini

H. Abdul Rozak: Pejuang Rakyat Dan Pemimpin Dermawan Yang Mengukir Sejarah Palembang

Friday, January 23, 2026, Friday, January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T23:00:00Z

Lukisan H. Abdul Rozak yang ada di MONPERA. (Foto: Nabilla Hidayati)

PUYANG
- Nama H. Abdul Rozak tidak hanya tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai pemimpin yang peduli terhadap kemajuan daerahnya. 


Sosoknya dikenal luas oleh masyarakat Palembang sebagai pejuang yang menyatukan semangat perlawanan, keteguhan hati, dan kepedulian sosial. 


Menurut Muhammad Romiansyah (21), tour guide Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, kisah H. Abdul Rozak erat kaitannya dengan masa-masa sulit perjuangan rakyat Sumatera Selatan melawan penjajah. 


“H. Abdul Rozak bukan hanya seorang pejuang bersenjata, tapi juga seorang tokoh yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan. Beliau banyak terlibat dalam pengorganisasian dan strategi di daerah Palembang,” ungkap Romi. 


H. Abdul Rozak lahir di Rasuan Ogan Komering Ulu pada 5 September 1891 dan merupakan putra dari Pangeran Haji Mohammad.


Ia tumbuh di masa penjajahan Belanda yang penuh penindasan. Jiwa kepemimpinannya mulai terlihat ketika ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi perjuangan. 


Saat masa kependudukan Jepang, ia ikut membangun jaringan komunikasi rahasia di antara para pejuang. Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Abdul Rozak menjadi salah satu figur penting dalam mempertahankan Palembang dari serangan Agresi Militer Belanda.


“Dalam catatan sejarah, beliau sering terlibat dalam rapat-rapat penting yang membahas pertahanan wilayah. Beliau juga dikenal dermawan, sering membantu para pejuang dengan proses perencanaan, meski kondisi ekonominya juga pas-pasan,” jelas Romi.

 

Peran besarnya membuat nama H. Abdul Rozak diabadikan menjadi nama salah satu jalan utama di Palembang, Jalan H. Abdul Rozak, yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perhubungan. 


Bagi generasi muda, namanya menjadi simbol perjuangan dan pengabdian tanpa pamrih.


“Generasi sekarang mungkin hanya mengenal namanya dari papan jalan atau sekolah, tapi di MONPERA kami berusaha menghidupkan kembali kisah perjuangan beliau. Semoga anak muda bisa meneladani dan tidak hanya dalam berjuang, tapi juga dalam membangun,” lanjutnya. 


Abdul Rozak wafat di usia 91 tahun, tepatnya 17 Maret 1982 silam di kediamannya di jalan May Salim Batubara no. 4124 Palembang. Kini, meski H. Abdul Rozak telah tiada, jejak perjuangan dan jasanya tetap melekat di hati masyarakat Palembang. (Nabilla Hidayati)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • H. Abdul Rozak: Pejuang Rakyat Dan Pemimpin Dermawan Yang Mengukir Sejarah Palembang

Terkini

Topik Populer