
UNSRI dan University of Southern Queensland (UniSQ), Australia, menggelar Joint Workshop di UNSRI Kampus Palembang, Senin (21/9/2026). (Foto: IST)
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama University of Southern Queensland (UniSQ), Australia, menggelar Joint Workshop bertajuk “Recycled-Plastic Composites and 3D Printing for Climate-Resilient Infrastructure Applications” di Ruang Djuaini Mukti, UNSRI Kampus Palembang, Senin (21/9/2026).
Workshop tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari kedua perguruan tinggi untuk membahas pengembangan material komposit berbahan plastik daur ulang serta pemanfaatan teknologi 3D printing dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Sejumlah akademisi dan praktisi dari UNSRI dan UniSQ turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Allan Manalo, Dr. Sachini Wickramasinghe, dan Ms. Rabiatul Adawiyah. Dari UNSRI hadir M. A. Ade Saputra, S.T., M.T., M.Kom. dan Dr. Ir. Akbar Teguh Prakoso, S.T., M.T. Kegiatan dimoderatori Dr.-Ing. Ir. Ar. Listen Prima, S.T., M.Planning, IAI dan Prof. Ir. Heni Fitriani, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
Turut hadir pula perwakilan pemerintah daerah, lembaga penelitian, dunia industri, para dekan dan wakil dekan di lingkungan UNSRI, serta dosen, peneliti, dan mahasiswa.
Untuk membuka kegiatan, Wakil Rektor IV UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T. menyampaikan apresiasi kepada UniSQ atas inisiatif kolaborasi penelitian sekaligus kepercayaan menjadikan UNSRI sebagai mitra dalam pengembangan proyek bersama.
“Terima kasih atas inisiatif dalam mengembangkan proyek kolaboratif ini dan telah memilih Universitas Sriwijaya sebagai mitra. Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk bekerja sama dan semakin memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian antara Australia dan Indonesia,” ujarnya.
Prof. Joni menjelaskan, Joint Workshop merupakan bagian dari proyek kolaboratif UNSRI dan UniSQ bertajuk “Building Climate-Resilient Communities Using 3D-Printed Recycled Plastics” yang dipimpin oleh Dr. Sachini Wickramasinghe.
Joint Workshop ini juga menjadi bagian dari dukungan Australia-Indonesia Institute (AII) melalui pendanaan hibah dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Selama kegiatan berlangsung, kedua pihak diarahkan untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman teknologi, serta kapasitas penelitian dalam pengembangan material dan infrastruktur yang berkaitan dengan ketahanan iklim.
“Kami berharap dapat memperoleh pengetahuan dari pengalaman, keahlian teknologi, serta fasilitas penelitian mutakhir yang dimiliki University of Southern Queensland di bidang ini. Pada saat yang sama, kami juga akan berbagi pengetahuan, konteks lokal, dan pengalaman penelitian yang kami miliki di Indonesia,” jelasnya.
Menurut Prof. Joni, topik yang dibahas dalam workshop sangat berkaitan dengan sejumlah persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran plastik hingga kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu menghadapi dampak perubahan iklim.
UNSRI dinilai memiliki fasilitas pengolahan sampah plastik yang dapat mendukung pengembangan penelitian mengenai pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi material bernilai guna, termasuk sebagai bahan baku komposit.
“Melalui penelitian dan inovasi, limbah dapat ditransformasikan dari beban lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai,” ungkapnya.
Ia menilai kombinasi material komposit plastik daur ulang dan teknologi 3D printing dapat dikembangkan untuk menghasilkan alternatif material maupun solusi infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.
Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan komitmen UNSRI terhadap agenda keberlanjutan. UNSRI berpartisipasi dalam UI GreenMetric World University Rankings yang mencakup sejumlah aspek, antara lain pengelolaan sampah, infrastruktur berkelanjutan, pendidikan, penelitian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, Prof. Joni mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus mengaplikasikannya dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.
“Peran kita sebagai perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh,” katanya.
Tak hanya itu, workshop juga diisi dengan demonstrasi produk dan peralatan yang berkaitan dengan teknologi komposit plastik daur ulang dan pencetakan 3D.
Demonstrasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penerapan material dan teknologi yang dibahas dalam workshop untuk kebutuhan infrastruktur.
“Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat mengikuti workshop. Semoga kegiatan ini berlangsung produktif, inspiratif, dan memberikan manfaat yang berarti bagi kita semua,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, UNSRI dan UniSQ diharapkan dapat terus mengembangkan kolaborasi penelitian dalam bidang material dan teknologi berkelanjutan, termasuk pemanfaatan plastik daur ulang dan 3D printing untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. (*)