terkini

FKM UNSRI Gelar International Summer Course 2026, Bahas Kesehatan dan Budaya Lahan Basah Sumatera Selatan

Friday, September 11, 2026, Friday, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T03:54:45Z

FKM UNSRI menggelar International Summer Course 2026 bertajuk “Sailing Towards Wellness: Exploring the Intersection of Culture and Health in South Sumatra Wetlands” di Kampus UNSRI Indralaya, 8–13 September 2026. (Foto: IST)

PUYANG
- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar International Summer Course 2026 bertajuk “Sailing Towards Wellness: Exploring the Intersection of Culture and Health in South Sumatra Wetlands”, pada 8–13 September 2026 di Kampus UNSRI Indralaya.


Kegiatan tersebut menghadirkan 32 peserta dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan dua peserta dari Mahidol University. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan pembelajaran akademik, diskusi, kegiatan lapangan, serta pengenalan budaya dan pangan lokal Sumatera Selatan.


International Summer Course 2026 mengangkat karakteristik wilayah lahan basah Sumatera Selatan dengan pendekatan lintas disiplin. Topik yang dibahas mencakup kesehatan masyarakat, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, gizi, budaya lokal, hingga keberlanjutan sistem pangan.


Rangkaian kegiatan juga berkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.


Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi dan verifikasi administrasi peserta. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sesi orientasi bersama pimpinan UNSRI dan penyambutan melalui penampilan Tari Tanggai yang memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Sumatera Selatan kepada peserta internasional.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr.


Dalam sambutannya, Prof. Rujito menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan 34 peserta internasional dalam program tersebut. 


Ia juga mengajak peserta memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan untuk memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai keterkaitan kesehatan, lingkungan, serta kehidupan masyarakat di wilayah lahan basah.


“Manfaatkanlah program ini secara aktif melalui diskusi, lokakarya, kegiatan lapangan, dan interaksi dengan masyarakat, sehingga peserta membawa pulang pengetahuan, perspektif baru, persahabatan, serta gagasan untuk kolaborasi masa depan,” ujarnya.


Selama enam hari, peserta dijadwalkan mengikuti kuliah pakar, diskusi ilmiah, lokakarya, kunjungan lapangan, serta proyek pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan mitigasi stunting.


Rangkaian kegiatan juga mencakup pengenalan budaya dan pangan lokal Sumatera Selatan. Peserta akan mengikuti kegiatan kuliner tradisional Palembang serta eksplorasi budaya songket sebagai bagian dari pengalaman selama berada di Sumatera Selatan.


Melalui program tersebut, FKM UNSRI mempertemukan pembelajaran kesehatan masyarakat dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat di wilayah lahan basah. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta dan akademisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kesehatan masyarakat. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • FKM UNSRI Gelar International Summer Course 2026, Bahas Kesehatan dan Budaya Lahan Basah Sumatera Selatan

Terkini

Topik Populer