terkini

Kuliah Tamu FKM UNSRI Bahas Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Penelitian Mahasiswa

Sunday, August 30, 2026, Sunday, August 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T10:34:16Z

FKM UNSRI menggelar Kuliah Tamu Nasional bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Penelitian dan Tugas Akhir Mahasiswa” di Ruang Doktor Pascasarjana UNSRI Kampus Palembang, Sabtu (29/8/2026). (Foto: IST)

PUYANG
- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bahasan utama dalam Kuliah Tamu Nasional yang digelar oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI), di Ruang Doktor Pascasarjana UNSRI Kampus Palembang, pada Sabtu (29/8/2026).


Dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Penelitian dan Tugas Akhir Mahasiswa”, kegiatan menghadirkan Ajib Setyo Arifin, S.T., M.T., Ph.D., Associate Professor Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI) sebagai narasumber. 


Dalam latar belakang pendidikannya, Ajib Setyo Arifin merupakan lulusan doktoral dari Keio University, Jepang. Bidang keahlian dan risetnya sendiri meliputi artificial intelligence, komunikasi, wireless sensor networks, Internet of Things (IoT), serta pemrosesan sinyal dan citra.


Kuliah tamu tersebut juga diikuti oleh sivitas akademika FKM UNSRI, khususnya dosen serta mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor, baik secara luring maupun daring.


Dekan FKM UNSRI, Prof. Dr. rer. Med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., mengatakan bahwa perkembangan AI memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan teknologi dalam berbagai tahapan penelitian.


Pemanfaatan tersebut dapat dilakukan mulai dari eksplorasi ide, pemahaman konsep, penelusuran dan pengorganisasian informasi, pengolahan data, hingga penyusunan karya ilmiah. Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik.


“Yang terpenting bukan seberapa banyak kita menggunakan AI, tetapi seberapa tepat kita menggunakannya,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa penggunaan AI tidak menghilangkan kebutuhan terhadap kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan integritas akademik. 


Hal tersebut menjadi perhatian penting dalam penelitian kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan manusia, masyarakat, lingkungan, dan persoalan kesehatan yang kompleks.


“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menghasilkan tulisan dengan bantuan AI. Yang lebih penting adalah memahami apa yang ditulis, dari mana informasi diperoleh, apakah informasi tersebut benar, apakah data yang digunakan valid, dan apakah kesimpulan yang dihasilkan benar-benar didukung oleh hasil penelitian,” jelasnya.


Prof. Hamzah juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan hasil penelitian yang dikerjakan selama menempuh pendidikan menjadi artikel ilmiah. 


Menurutnya, hasil penelitian dapat diarahkan untuk dipresentasikan maupun dipublikasikan melalui forum ilmiah yang relevan.


Salah satu forum yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah The 1st International Conference on Global Public Health and Digital Health (IC-GLOPHID 2026) dengan tema “From Data to Action: Enhancing Health Outcomes in the Digital Era”. Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026.


Paper terpilih dalam konferensi tersebut selanjutnya akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan dalam BIO Web of Conferences yang terindeks Scopus. 


Forum ini juga menjadi salah satu ruang bagi sivitas akademika FKM UNSRI untuk memperluas pembahasan hasil penelitian dan membuka peluang kolaborasi akademik.


Tak hanya itu, Prof. Hamzah turut mengajak para mahasiswa, khususnya yang sedang menlanjutkan pendidikan jenjang S2 dan S3, untuk memanfaatkan kegiatan akademik tersebut secara aktif, termasuk dengan mendiskusikan penelitian dan tugas akhir yang sedang dikerjakan.


“Jangan hanya menjadi pendengar. Ikuti dengan aktif, bertanya, berdiskusi, dan kaitkan materi yang disampaikan dengan penelitian atau tugas akhir yang sedang dikerjakan,” pesannya.


Kuliah tamu tersebut sekaligus mempertemukan sivitas akademika FKM UNSRI dengan akademisi dari Universitas Indonesia. 


Prof. Hamzah berharap hubungan akademik yang terbangun dapat berlanjut dalam bentuk komunikasi, pertukaran gagasan, kerja sama akademik, maupun kolaborasi penelitian.


Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam kegiatan akademik perlu diiringi dengan sikap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tetap berpegang pada etika serta integritas akademik.


“Teknologi harus membantu kita bekerja lebih baik, berpikir lebih luas, dan menghasilkan karya yang lebih bermakna,” tegasnya.


Melalui kuliah tamu tersebut, pembahasan mengenai AI ditempatkan tidak hanya pada aspek pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada bagaimana mahasiswa dan dosen menggunakannya secara tepat dalam proses penelitian, penyusunan tugas akhir, serta pengembangan karya ilmiah. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kuliah Tamu FKM UNSRI Bahas Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Penelitian Mahasiswa

Terkini

Topik Populer