terkini

FMIPA dan FK UNSRI Gelar International Short Course 2026, Hadirkan 34 Mahasiswa dari Empat Negara

Monday, August 03, 2026, Monday, August 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T10:55:22Z

FMIPA dan FK UNSRI menggelar International Short Course Program (ISCP) 2026 bertema “Ethnomedicine in the Wetlands Biodiversity” yang diikuti mahasiswa dari empat negara, 2–9 Agustus 2026. (Foto: IST)

PUYANG
- Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui International Short Course Program (ISCP) 2026. Mengangkat tema “Ethnomedicine in the Wetlands Biodiversity”, program ini berlangsung pada 2–9 Agustus 2026 dan diikuti oleh 34 mahasiswa dari Gambia, Malaysia, Nigeria, dan Afghanistan.


Program yang digelar di Kampus UNSRI Indralaya dan Palembang tersebut merupakan kolaborasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bersama Fakultas Kedokteran (FK) UNSRI. 


Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkenalkan kajian etnomedisin sekaligus potensi keanekaragaman hayati lahan basah kepada mahasiswa dari berbagai negara.


Mewakili Rektor UNSRI, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan kepada para peserta. 


Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa internasional yang telah memilih UNSRI sebagai tempat untuk belajar, berdiskusi, dan memperoleh pengalaman akademik.


Prof. Rujito juga memperkenalkan dua kampus utama UNSRI, yakni Kampus Indralaya dan Kampus Palembang. 


Selama mengikuti program, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga mendapat kesempatan mengenal lingkungan kampus, masyarakat, serta budaya yang berkembang di Sumatera Selatan.


Menurut Prof. Rujito, ISCP 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi FMIPA dan FK UNSRI dalam memperkuat hubungan akademik dengan mitra internasional. 


Kajian etnomedisin yang dipadukan dengan pembahasan mengenai keanekaragaman hayati lahan basah dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan kesehatan.


Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan rangkaian program dengan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Interaksi antarmahasiswa dari berbagai negara diharapkan dapat membuka jejaring baru serta menjadi awal bagi kolaborasi akademik yang dapat dikembangkan setelah program berakhir.


Selama sepekan, peserta mengikuti berbagai agenda yang mencakup kegiatan akademik, diskusi ilmiah, pengenalan keanekaragaman hayati lahan basah, serta aktivitas budaya. 


Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman belajar sekaligus mengenal lingkungan dan budaya lokal.


Melalui ISCP 2026, UNSRI terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dengan memperluas interaksi akademik lintas negara. 


Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang juga menjadi ruang untuk memperkaya pertukaran pengetahuan dan budaya, sekaligus memperkuat peluang kerja sama di bidang etnomedisin, keanekaragaman hayati lahan basah, dan keberlanjutan lingkungan.


Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penguatan pendidikan berkualitas, kerja sama internasional, serta peningkatan perhatian terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati dan lingkungan secara berkelanjutan. (*)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • FMIPA dan FK UNSRI Gelar International Short Course 2026, Hadirkan 34 Mahasiswa dari Empat Negara

Terkini