terkini

FKM UNSRI dan Pemkab Ogan Ilir Kolaborasi Kaji Stunting Balita di Bantaran Sungai Musi

Wednesday, August 05, 2026, Wednesday, August 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T12:12:08Z

FKM UNSRI bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir memulai penelitian kolaboratif tentang stunting pada balita di kawasan bantaran Sungai Musi, Selasa (4/8/2026). (Foto: IST)

PUYANG
- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi memulai penelitian kolaboratif bertajuk “Stunting dalam Kajian Determinan Molekuler, Lingkungan, dan Geospasial pada Balita di Permukiman Bantaran Sungai Musi”. Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., di Ruang Pertemuan TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (4/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Senat Akademik UNSRI Prof. Dr. dr. Mohammad Zulkarnain, M.Med.Sc., Dekan FKM UNSRI Prof. Dr. rer. med. H. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., para Wakil Dekan FKM UNSRI, Ketua Peneliti Prof. Dr. Rostika Flora, S.Kep., M.Kes., tim peneliti UNSRI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Dr. Zairinayati bersama tim dari Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan.


Turut hadir sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan drg. Suryadi Muchzal, M.Kes., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian H. Ferdian Riza Yudha, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj. Husnidayati, S.Sos., M.Si., Kepala Bappeda Hj. Yusriani Emiyati, S.Si., M.T., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ariyadi, S.P., M.Si., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ketua TP PKK, serta perwakilan UPTD Kabupaten Ogan Ilir.


Dekan FKM UNSRI, Prof. Hamzah Hasyim, mengatakan penelitian ini menjadi bentuk kerja sama UNSRI dan pemerintah daerah untuk menghasilkan data yang dapat mendukung penanganan stunting. 


Penelitian tersebut juga merupakan bagian dari peran Stunting Innovation and Hilirisation Centre (SICH) FKM UNSRI dalam mengembangkan riset dan mendorong pemanfaatan hasil penelitian di masyarakat.


“Melalui SICH, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan, model intervensi, inovasi teknologi, serta solusi yang aplikatif untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.


Penelitian ini menggabungkan kajian status gizi, faktor biomolekuler, kondisi lingkungan, serta lokasi tempat tinggal balita untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan stunting.


“Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik wilayah,” tambahnya.


Prof. Hamzah juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan menilai penanganan stunting membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.


Sementara itu, Ketua Peneliti Prof. Dr. Rostika Flora, menjelaskan bahwa penelitian ini akan menghasilkan data sebagai bahan penyusunan rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. 


Pengumpulan data mencakup pemeriksaan status gizi, pemeriksaan biomolekuler, penilaian kondisi lingkungan, serta pemetaan lokasi tempat tinggal responden.


Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah perangkat daerah memberikan masukan terkait validasi data penelitian. 


UPTD Kabupaten Ogan Ilir meminta penjelasan mengenai sumber dan jenis data stunting yang digunakan, sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika mendorong pencocokan data penelitian dengan data pemerintah daerah serta keterlibatan tenaga ahli teknologi informasi UNSRI dalam penyempurnaan aplikasi.


Menanggapi hal tersebut, tim peneliti menjelaskan bahwa data awal diperoleh dari aplikasi GEMA PENTING dengan indikator “Sangat Pendek” dan akan diverifikasi melalui pengumpulan data lapangan. 


Hasil penelitian nantinya akan mengelompokkan balita berdasarkan status stunting dan tidak stunting, yang diperkuat dengan hasil pemeriksaan biomolekuler.


Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Kota Daro 1 dan Desa Kota Daro 2 dengan melibatkan 100 balita usia 24–59 bulan, terdiri atas 50 balita stunting dan 50 balita dengan status gizi normal. 


Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran antropometri, pemeriksaan hemoglobin (Hb), ferritin, C-reactive protein (CRP), Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), dan Intestinal Fatty Acid Binding Protein (I-FABP), karakteristik keluarga, sanitasi lingkungan, konsumsi pangan, serta data geospasial tempat tinggal.


Pengumpulan data tersebut melibatkan tim dari bidang kesehatan lingkungan, geospasial, gizi, epidemiologi, biomedik, laboratorium, dan promosi kesehatan. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk bertugas di masing-masing desa.


Selanjutnya, Prof. Dr. rer. nat. Nandi dari UPI juga memperkenalkan Program Rumah Raflesia, berupa rumah sehat semi permanen berbahan modular dengan teknologi pelapis penahan panas. 


Program yang mendapat hibah internasional sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat itu ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan Kabupaten Ogan Ilir yang dinilai berpotensi menjadi salah satu lokasi pengembangannya melalui kerja sama pemerintah daerah, UNSRI, dan UPI.


Usai pembukaan, tim peneliti langsung melakukan pengumpulan data di kedua desa melalui wawancara dengan orang tua balita, pengukuran antropometri, pengambilan sampel darah, pengamatan lingkungan permukiman, dan pemetaan geospasial. 


Data selanjutnya akan dianalisis dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan.


Melalui penelitian ini, UNSRI dan para mitra berharap dapat memberikan gambaran mengenai keterkaitan faktor biomolekuler, lingkungan, dan geospasial dengan kejadian stunting di kawasan bantaran Sungai Musi. Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dengan karakteristik serupa.


Pelaksanaan penelitian ini turut mendukung SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan riset dan kolaborasi lintas institusi dalam mendukung penanganan stunting berbasis bukti. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • FKM UNSRI dan Pemkab Ogan Ilir Kolaborasi Kaji Stunting Balita di Bantaran Sungai Musi

Terkini