![]() |
ILO bersama FISIP Unsri mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung transisi energi berkeadilan di Indonesia. (Foto: IST) |
PUYANG - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung transisi energi berkeadilan di Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan inovasi, pengembangan keterampilan, serta diversifikasi ekonomi guna menciptakan masa depan kerja yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam lokakarya bertajuk "Menggerakkan Masa Depan: Tantangan dan Peluang di Era Transisi Energi" yang digelar di Palembang.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ketenagakerjaan.
Provinsi Sumatera Selatan dipilih sebagai salah satu wilayah strategis karena memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor batu bara.
Seiring komitmen Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, daerah ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dekan FISIP Universitas Sriwijaya, Dr. Ardiyan Saptawan, M.Si., mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan struktur ekonomi akibat transisi energi.
"Kampus memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan transisi energi melalui inovasi, pengembangan keterampilan, dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha serta masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatra Selatan yang sedang bertransformasi menuju ekonomi hijau ini," ujarnya.
Lokakarya tersebut merupakan bagian dari proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET) yang dijalankan ILO.
Melalui program ini, Sumatera Selatan bersama Kalimantan Timur ditetapkan sebagai provinsi percontohan dalam implementasi transisi energi berkeadilan di Indonesia.
Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Selatan, Hari Wibawa, menjelaskan bahwa ILO bersama pemerintah daerah telah memfasilitasi Forum Konsultasi Daerah (FKD) sebagai ruang dialog sosial untuk membahas dampak transisi energi terhadap dunia kerja.
Selain itu, para pemangku kepentingan juga telah menyusun Peta Jalan Pengembangan Keterampilan sebagai acuan dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan ekonomi.
Dalam peta jalan tersebut, sektor perkebunan dan pariwisata ditetapkan sebagai sektor prioritas guna mendukung diversifikasi ekonomi di wilayah yang selama ini bergantung pada industri batu bara.
Sementara itu, Koordinator Proyek IKI-JET ILO Indonesia, Muce Mochtar, menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari berkurangnya emisi karbon, tetapi juga dari kemampuan menciptakan kesempatan kerja yang layak dan inklusif.
"Transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan beriringan dengan terciptanya pekerjaan layak dan perlindungan bagi para pekerja serta masyarakat yang terdampak. Diversifikasi ekonomi dan pengembangan keterampilan menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang baru di sektor-sektor yang berkelanjutan. Kaum muda pun berperan penting dalam mendorong perubahan ini melalui inovasi, kepemimpinan dan kolaborasi," katanya.
Melalui proyek IKI-JET dan berbagai kemitraan strategis lainnya, ILO terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan untuk memastikan transisi energi di Indonesia berlangsung secara adil.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian target iklim nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang layak tanpa meninggalkan kelompok masyarakat yang terdampak.
Lokakarya ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa Universitas Sriwijaya dari berbagai fakultas bersama perwakilan pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan.
Para peserta memperoleh pemahaman mengenai tantangan dan peluang transisi energi terhadap dunia kerja, sekaligus mengenal berbagai strategi yang tengah diterapkan di Sumatera Selatan melalui pengembangan keterampilan, diversifikasi ekonomi, dan dialog sosial yang inklusif.*
