![]() |
| Pengunjung melihat perlengkapan tanjidor di Museum SMB II. (Foto: Daffa Aqilah Febriyani) |
PUYANG - Meski merupakan kesenian khas daerah Betawi, tanjidor ternyata juga tumbuh dan berkembang sebagai perpaduan alat musik yang cukup dikenal di Kota Palembang.
Heri (47), petugas Dinas Kebudayaan Kota Palembang bagian Cagar Budaya, menjelaskan bahwa meskipun akar tanjidor berasal dari tradisi Betawi, versi Palembang ternyata memiliki ciri khasnya tersendiri.
“Kalau di Betawi, lagunya biasanya dari budaya Betawi atau Sunda, kayak jali-jali atau kicir-kicir. Di Palembang, kadang bisa bawain lagu Melayu, sampai lagu pop atau dangdut modern,” ujarnya.
Nama “tanjidor” sendiri berasal dari kata “tanji” yang berarti menabuh, dan bunyi tambur yang dominan terdengar “dor-dor-dor”.
Gabungan kata ini menciptakan istilah unik yang mencerminkan karakter suara alat musik utama dalam pertunjukan.
Alat musik yang digunakan dalam tanjidor didominasi oleh alat tiup, seperti terompet, trombon, saxophone, klarinet, alto horn, dan bass cobra. Di sisi lain, alat pukul seperti bass drum dan simbal turut melengkapi bunyi suara yang khas.
“Jadi walaupun ini seni tradisi, alat-alatnya sangat dipengaruhi musik Eropa,” jelasnya.
Tanjidor di Palembang kerap tampil dalam berbagai acara seperti arak-arakan, pawai, hingga pertunjukan teater tradisional seperti Dulmuluk. Kehadirannya pun terasa fleksibel karena bisa beradaptasi dengan berbagai jenis acara budaya maupun hiburan.
Soal perbedaan dengan tanjidor Betawi, Heri menekankan pada pilihan lagu yang dibawakan. Tanjidor Betawi kuat dengan nuansa Betawinya, sedangkan tanjidor di Palembang bisa menggunakan lagu Melayu, pop, hingga dangdut.
Meski tidak seramai dulu, tanjidor masih dimainkan oleh beberapa sanggar dan komunitas. Bahkan, para pelestari seni mulai melibatkan generasi muda untuk terus menjaga eksistensi tanjidor sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
“Biasanya diturunkan ke anak-anak muda juga, supaya nggak hilang. Soalnya ini kan bagian dari kekayaan budaya kita juga,” tutup Heri. (Putri Ayu Kharisma)
.jpg)