![]() |
| Gerobak Pempek Arya di Sentral Pempek 26 Ilir Palembang. (Foto: Nazayla Putri) |
PUYANG - Banyak pilihan, murah dan enak. Sentral Kampung Pempek atau yang lebih dikenal dengan Pempek 26 Ilir menjadi salah satu pusat kuliner pempek terkenal di Kota Palembang.
Berlokasi di jalan Mujahidin 26 Ilir Kota Palembang, kawasan tersebut kini ramai dipenuhi oleh para pedagang pempek gerobak hingga kios di sepanjang jalannya.
Dina Ardianti (44), pemilik usaha Pempek Arya, salah satu pelopor pempek gerobak di Sentral Kampung Pempek mengungkapkan bahwa usaha tersebut telah ia lakoni sejak 2011 silam.
“Saya udah 15 tahun jualan dari 2011. Waktu itu saya penjual pempek gerobak pertama disini, bahkan saat masih sepi pengunjung,” ungkap Dina.
Jenis pempek yang dijual pun beragam dan murah meriah. Untuk pempek kecil seperti pempek tahu, keriting, adaan, telur, dan lenjer, hanya dibandrol Rp.800 saja per-satuannya. Sedangkan untuk pempek lenjer ukuran besar seharga Rp.10.000.
Dalam satu hari pempek yang dijual selalu ludes tak bersisa. Tak heran, dengan harga yang terjangkau dan rasa yang enak, Pempek Arya laris manis diburu pelanggan dari dalam maupun luar kota.
“Kita memang belum bisa kirim ke luar kota. Tapi ada saat dimana orang Bangka sampai Malaysia beli untuk oleh-oleh ke tempat mereka,” ucap Dina.
Menyesuaikan keinginan pelanggan yang semakin hari semakin bertambah, waktu operasional Pempek Arya selalu konsisten dari pukul 7 pagi hingga 5 sore. Sementara untuk produksi dimulai pada pukul 8 malam setiap harinya dibantu oleh karyawan.
Selain karena senantiasa laris dan ramai pengunjung, jarak lokasi yang dekat dengan rumah menjadi alasan bagi Dina untuk berjualan di Sentral Kampung Pempek 26 Ilir. Hal ini dianggap dapat menghemat biaya transportasi dan memudahkan ia membawa barang dagangan.
“Rumah kebetulan dekat dari sini, jadi cukup jalan kaki aja bawa dagangan. Gerobak dan yang lain ditinggalkan aja karena ada pihak keamanan,” ujarnya.
Selaku owner, Dina sempat berpikiran untuk upgrade ke tempat yang lebih besar seperti toko atau ruko. Namun setelah banyak pertimbangan, ia memilih tetap fokus mengembangkan usaha gerobaknya saja.
“Keinginan untuk buka di ruko pasti ada ya. Tapi perhitungannya pasti bakal beda. Belum tentu juga rezeki saat jualan disini dan di ruko itu sama. Jadi fokus ke yang sekarang dulu,” jelasnya.
Kedepannya, Dina berharap agar Pempek Arya bisa semakin sukses dan berkembang serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. (Nazayla Putri)
