terkini

Kerak Telor Umar di Kambang Iwak, Kuliner Betawi yang “Kaga Ada Matinye”

Wednesday, February 18, 2026, Wednesday, February 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T05:00:00Z

Umar (55), pemilik Kerak Telor Khas Betawi tengah menyipkan pesanan pembeli. (Foto: Daffa Aqilah Febriyani)

PUYANG
- Kerak telor, jajanan khas Betawi ini sekarang sudah bisa dinikmati di Jalan Kartini, Kambang Iwak, Kota Palembang. 


Umar (55), penjual kerak telor asal Tangerang meneritakan kisahnya setelah memilih merantau ke Palembang untuk berjualan jajanan tradisional.


“Saya asli dari Tangerang. Memang niat ke Palembang untuk jualan kerak telor,” katanya. 


Umar mulai berdagang ketika berlangsung SEA Games 2011 di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB). Namun pada saat pandemi, Umar sempat kembali ke kampung halamannya sebelum kembali melanjutkan dagang di Kambang Iwak. 


“Di sini masih jarang ada kerak telor. Kalau di BKB dulu boleh dagang, sekarang sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.


Dengan slogan ‘kaga ada matinye’, Umar memaknainya sebagai makanan khas Betawi yang akan laku dimana saja. 


“Ini kuliner jadul. Dari zaman Belanda sudah ada, tahun 70-an mulai dijual di Monas,” katanya.


Bahan-bahan kerak telor yang digunakan Umar antara lain ketan yang direndam seharian, serundeng, bawang goreng, ebi, bumbu kaldu, serta telur ayam atau bebek. 


“Ada bumbu rahasia keluarga, jadi rasanya beda dan nggak ada yang jual di tempat lain, apalagi masaknya pakai arang jadi lebih enak,” tambahnya.


Setiap hari Umar berjualan mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Harga kerak telornya sangat terjangkau, telur ayam dibandrol Rp15.000 sedangkan telur bebek Rp20.000. 


“Harapan saya masyarakat di sini makin kenal kuliner jadul ini supaya nggak hilang ditelan zaman,” kata Umar.


Di sisi lain, Rizma (19), salah satu pembeli Kerak Telor milik Umar mengaku sudah dua kali mencicipinya.


 “Aku suka, enak banget serundeng sama bawang gorengnya. Cocok lah sama kerak telornya,” tuturnya.


Kerak Telor Pak Umar menjadi salah satu pilihan menarik bagi pecinta kuliner tradisional di Palembang. Selain rasanya yang khas, konsep masak di atas arang membuatnya tetap punya ciri khas di tengah banyaknya kuliner modern. (Daffa Aqilah Febriyani)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kerak Telor Umar di Kambang Iwak, Kuliner Betawi yang “Kaga Ada Matinye”

Terkini

Topik Populer