![]() |
Suasana penutupan peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama RI dengan menggelar doa bersama atau istighasah, Kamis (8/1/2026) malam. |
PUYANG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan menutup secara resmi rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dengan menggelar doa bersama atau istighasah, Kamis (8/1/2026) malam.
Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag Sumsel.
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Sumsel menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang dan Pembimas, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil dan kabupaten/kota, hingga Kepala KUA dan Kepala Madrasah se-Kota Palembang.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dikhususkan untuk almarhum mantan pimpinan Kanwil Kemenag Sumsel, dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, serta ditutup dengan doa bersama sebagai puncak penutupan HAB ke-80.
Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HAB bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan evaluasi kinerja bagi seluruh ASN Kemenag.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh jajaran Kemenag Sumsel dalam memeriahkan HAB ke-80. Menurutnya, konsep peringatan yang sederhana namun tetap bahagia, sebagaimana arahan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, berhasil diwujudkan.
“Alhamdulillah, rangkaian HAB ke-80 Kemenag di Sumatera Selatan dapat terlaksana secara sederhana, tetapi tetap meriah dan penuh kebahagiaan. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh ASN Kemenag Sumsel,” ujar Syafitri Irwan.
Ia menambahkan, istighasah yang digelar pada malam penutupan merupakan ruh dari seluruh rangkaian kegiatan HAB ke-80.
“Setelah kita berkompetisi dalam berbagai lomba olahraga dan seni, malam ini kita kembali bersimpuh memohon kekuatan kepada Allah SWT agar ke depan semakin amanah dan profesional dalam melayani umat, khususnya di tahun 2026,” tambahnya.
Usai doa bersama, suasana berubah menjadi lebih semarak saat panitia membacakan Surat Keputusan Pemenang Lomba Seni dan Olahraga yang digelar selama peringatan HAB ke-80. Sejumlah cabang lomba dipertandingkan, di antaranya bulu tangkis, tenis meja, catur, futsal, gaple, hingga paduan suara.
Berdasarkan hasil penilaian, Kemenag Kota Palembang berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan lima medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. P
osisi kedua diraih Kemenag OKU Selatan dengan tiga emas dan dua perak, disusul Kemenag OKI di peringkat ketiga dengan tiga emas dan tiga perunggu.
Peringkat keempat ditempati Kemenag Muara Enim dengan dua emas dan dua perunggu, sementara peringkat kelima diraih Kemenag Kabupaten OKU dengan dua medali emas.
Ketua Panitia HAB ke-80 Sumsel, Muflikhul Hasan, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HAB berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kegiatan tersebut meliputi anjangsana, upacara, ziarah ke makam sesepuh Kemenag, khitanan massal, donor darah, bazar kerukunan, hingga perlombaan olahraga dan seni.
“Partisipasi peserta dari kabupaten dan kota tahun ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pengabdian yang kuat di lingkungan Kemenag Sumsel. Kami mengucapkan terima kasih sekaligus mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan HAB ke-80 tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” tutupnya. *
