| Hasil Foto Studio. |
PUYANG - Di era digital dengan kemajuan teknologi kamera ponsel, selfie seolah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Namun, meski kamera smartphone kini semakin canggih, sebagian kalangan muda justru mulai menggunakan foto studio sebagai cara terbaik untuk mengabadikan momen.
Salah satunya adalah Tri Wahyuni (18), Mahasiswi yang aktif mengikuti tren dan gaya hidup remaja masa kini.
Tri mengaku lebih memilih foto di studio dibandingkan selfie karena beberapa alasan pribadi.
"Saya lebih memilih foto studio karena bisa lebih mengekspresikan diri dan bebas bergaya. Hasilnya juga jauh lebih bagus," ungkapnya.
Ia menganggap selfie mulai terasa membosankan karena hasilnya cenderung monoton, apalagi dengan kualitas gambar dari kamera handphone miliknya yang terasa kurang memuaskan.
Menurut Tri, salah satu keunggulan foto studio terletak pada hasil akhir yang lebih jernih dan terang.
“Kalau selfie pakai HP apalagi Android hasilnya kadang kurang bagus. Cahaya kurang pas, gambarnya juga biasa saja,” ujarnya.
Ia merasa kamera profesional di studio mampu menangkap detail yang lebih tajam dan memberikan kesan lebih ‘hidup’ pada foto.
Menurutnya, suasana di studio lebih mendukung untuk tampil ekspresif dibanding saat selfie sendirian. Ada momen-momen tertentu yang lebih cocok untuk diabadikan lewat foto studio, seperti saat bersama teman sekolah, sahabat dekat, hingga keluarga.
“Momen-momen seperti itu rasanya sayang kalau cuma diabadikan lewat selfie. Foto studio bisa jadi kenang-kenangan yang lebih berkesan,” tambahnya.
Meski foto studio memerlukan biaya tersendiri, ia merasa sepadan dengan hasil foto yang diterima.
“Biayanya sepadan banget, nggak mengecewakan. Ditambah lagi studio biasanya punya aksesoris yang lucu dan bisa dipakai untuk mempercantik gaya kita saat difoto,” ungkapnya.
Tri juga menyoroti bagaimana tren foto studio semakin populer di kalangan anak muda.
“Sekarang banyak banget anak muda yang suka foto studio, mungkin karena pengaruh media sosial juga, kayak TikTok. Jadi banyak yang ingin ikut-ikutan tren itu," jelasnya.
Ia menilai bahwa mengabadikan momen lewat foto studio adalah bentuk dokumentasi yang lebih bernilai. Hasilnya bisa dicetak dan dipajang di kamar, atau disimpan di album foto agar bisa dikenang nantinya.
Kedepannya, Tri berharap agar tren foto studio terus bertahan, bahkan berkembang lebih kreatif lagi.
“Dengan foto studio kita bisa abadikan momen-momen tertentu bersama orang terdekat. Jadi tren ini bagus dan positif banget," tutupnya. (Nabilla Hidayati)