terkini

Di Balik UTBK 2026 di UNSRI, Ada Cerita Peserta Disabilitas yang Tak Menyerah

Thursday, April 23, 2026, Thursday, April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T05:03:56Z
Salah satu peserta disabilitias saat mengikuti UTBK SNBT di Kampus UNSRI. (Foto: Dok)



PUYANG - Suasana Kampus Indralaya, Universitas Sriwijaya, tampak sibuk sejak pagi. Ribuan peserta mengikuti hari kedua Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dengan tertib. 


Di tengah keramaian itu, terselip kisah-kisah perjuangan yang jarang terlihat datang dari peserta penyandang disabilitas yang turut ambil bagian dalam seleksi nasional ini.


Dengan langkah hati-hati dan pendampingan dari panitia, para peserta disabilitas memasuki ruang ujian. Mereka tidak hanya membawa kartu peserta dan harapan, tetapi juga semangat untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang meraih pendidikan tinggi.


Salah satunya adalah M. Ridho Abdullah, peserta UTBK yang memilih Program Studi Hubungan Internasional UNSRI sebagai pilihan pertamanya. 


Bagi Ridho, mengikuti UTBK bukan sekadar memenuhi tahapan seleksi, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan cita-citanya menembus dunia global melalui pendidikan.


Dengan dukungan fasilitas dan pendampingan dari panitia, Ridho menjalani ujian dengan penuh keyakinan. Ia mengaku kesempatan yang diberikan membuatnya lebih percaya diri untuk bersaing secara setara dengan peserta lainnya.


Panitia UTBK di UNSRI memastikan seluruh proses berjalan inklusif. Mulai dari akses menuju ruang ujian, pendampingan selama proses berlangsung, hingga fasilitas penunjang yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Koordinator Humas SNPMB UNSRI, Dr. Nurly Meilinda, M.I.Kom., menegaskan bahwa komitmen inklusi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan UTBK tahun ini.


“UNSRI berupaya menghadirkan layanan yang ramah bagi semua peserta, termasuk penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengikuti seleksi ini,” ujarnya.


Bagi para peserta disabilitas, kesempatan mengikuti UTBK bukan sekadar ujian akademik, tetapi juga simbol perjuangan untuk akses pendidikan yang adil. 


Di ruang ujian yang sama, mereka bersaing dengan ribuan peserta lain, membawa mimpi yang setara untuk menjadi bagian dari dunia kampus.


Pelaksanaan hari kedua UTBK pun berjalan lancar. Dengan sistem yang semakin matang, UNSRI optimistis seluruh rangkaian ujian dapat berlangsung tertib hingga akhir.


Lebih dari sekadar seleksi masuk perguruan tinggi, UTBK tahun ini juga menjadi cerminan komitmen terhadap prinsip inklusi sosial, bahwa pendidikan adalah hak semua, tanpa terkecuali. (Kk)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Balik UTBK 2026 di UNSRI, Ada Cerita Peserta Disabilitas yang Tak Menyerah

Terkini