terkini

UNSRI Serahkan Rumah Solar Dryer IoT kepada Kelompok Binaan di Desa Tanjung Pering

Wednesday, September 23, 2026, Wednesday, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T03:25:34Z

UNSRI menyerahkan Rumah Solar Dryer IoT kepada Kelompok Bina Pering di Desa Tanjung Pering, Selasa (22/9/2026), sebagai bagian dari program PPK Ormawa 2026. (Foto: IST)

PUYANG
- Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyerahkan Rumah Solar Dryer IoT kepada Kelompok Binaan Bina Pering di Desa Tanjung Pering, pada Selasa (22/9/2026). 


Fasilitas tersebut merupakan hasil pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan mutu produk perikanan melalui teknologi pengeringan berbasis energi surya.


Program yang mengangkat tema “Pendampingan Higienisasi Produk Perikanan di Desa Tanjung Pering melalui Solar Dryer IoT, Efisiensi Energi, Reduksi Emisi, dan Peningkatan Mutu Produk” ini menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa UNSRI.


Penyerahan fasilitas dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani langsung oleh Ketua Tim Pelaksana UNSRI, Try Satya Noviantara, dan Ketua Kelompok Bina Pering, Dian Candra. 


Proses tersebut diketahui oleh Dosen Pendamping Syifa’ Robbani, S.TP., M.T., serta Kepala Desa Tanjung Pering, Agus Salim, dan disetujui Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr. Penyerahan turut disaksikan Direktur Kemahasiswaan UNSRI, Dr. Inayati Mandayuni, S.T., M.Si.


Dr. Inayati menyampaikan, pelaksanaan program PPK Ormawa di Desa Tanjung Pering telah mencapai 95 persen. 


Capaian tersebut menjadi bagian dari persiapan tim UNSRI dalam menghadapi tahapan monitoring dan evaluasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.


“PPK Ormawa yang dilaksanakan oleh BEM Universitas Sriwijaya mendapatkan pengumuman untuk dapat diverifikasi dan jika lolos ke tingkat nasional. Dalam satu minggu ke depan, kita akan mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi dari Kementerian dan menunjukkan hasil kegiatan, termasuk rumah pengering yang telah dibangun. Jika kita lolos, akan dikirim ke Makassar,” ujarnya.


Ia menjelaskan, keberadaan Rumah Solar Dryer IoT diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 


Karena itu, UNSRI menyerahkan pengelolaan fasilitas tersebut kepada pemerintah desa dan kelompok masyarakat agar dapat terus dimanfaatkan setelah program mahasiswa berakhir.


“Kami titipkan kepada Bapak Kepala Desa dan warga setempat untuk dapat dipergunakan. Karena di tahun 2027 pasti akan ditanyakan oleh Kementerian apakah masih terus berlanjut penggunaannya. Uang yang dipakai adalah uang negara, yang sebenarnya merupakan uang dari kita semua, dari rakyat Indonesia,” lanjutnya.


Dr. Inayati juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Tanjung Pering dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan fasilitas tersebut. 


Menurutnya, pelaksanaan program tidak terlepas dari kerja sama mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga setempat.


“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan Kepala Desa yang telah bahu-membahu membantu anak-anak dalam membangun rumah pengering tersebut. Tanpa bantuan Bapak dan Ibu semua, ini tidak bisa terwujud,” ungkapnya.


Selain pembangunan fasilitas pengering, program tersebut turut mendorong pengembangan produk hasil olahan masyarakat. 


Dr. Inayati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang telah membantu proses hilirisasi produk. Produk hasil pendampingan itu juga telah diperkenalkan melalui pameran di Jakarta dan memperoleh respons positif dari masyarakat.


Ia menambahkan, penyempurnaan kemasan menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan dalam pengembangan produk selanjutnya, terutama apabila tim UNSRI berhasil melanjutkan ke tahap nasional.


“Walaupun waktu itu produk yang dibuat kemasannya belum sempurna, insyaallah jika lolos untuk lanjut di tingkat nasional, kemasan produknya akan diperbaiki. Dan menjadi lebih baik lagi. Sehingga nanti waktu di pameran akan menjadi produk andalan dari Universitas Sriwijaya,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Dr. Inayati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan program terdapat mahasiswa yang melakukan kekeliruan dalam bersikap maupun bertutur kata.


“Kami atas nama Universitas Sriwijaya memohon maaf kepada Bapak dan Ibu semua apabila selama mereka melakukan kegiatan di sini ada yang berlaku atau bertingkah kurang baik maupun mengucapkan kata-kata yang kurang baik,” tuturnya.


Ia berharap masyarakat Desa Tanjung Pering tetap membuka kesempatan bagi mahasiswa UNSRI untuk melaksanakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada masa mendatang. Kedekatan lokasi desa dengan kampus UNSRI dinilai dapat mendukung keberlanjutan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat.


Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Pering, Agus Salim, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan PPK Ormawa. 


Menurutnya, program tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenali dan mengembangkan potensi desa.


“Kami mengucapkan terima kasih banyak karena kegiatan ini dipilih di Desa Tanjung Pering. Kami merasa bangga dan senang karena desa kami diadakan kegiatan ini. Insyaallah dengan kegiatan ini banyak yang ingin kita tahu dan banyak yang ingin mengetahui lebih dekat Desa Tanjung Pering,” ujarnya.


Agus Salim menilai keterlibatan mahasiswa UNSRI dapat mendorong masyarakat untuk melihat potensi yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan, termasuk peluang usaha kecil dan menengah (UKM) di desa tersebut.


“Ketidaktahuan kami mungkin dalam berpikir dan melihat potensi yang ada. Dengan kehadiran kegiatan-kegiatan ini, mungkin dapat memancing potensi masyarakat Desa Tanjung Pering serta orang-orang UKM yang ada di Desa Tanjung Pering,” katanya.


Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, program PPK Ormawa tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat.


“Ini merupakan tempat belajar bagi kami masyarakat Tanjung Pering dan juga anak-anak dari Universitas Sriwijaya,” ujarnya.


Agus Salim berharap kerja sama dengan UNSRI dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program yang memberikan manfaat bagi masyarakat desa.


“Saya merasa bangga karena saya bisa menghadirkan warga saya, rakyat saya, sehingga program-program bisa berjalan dan memberi manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.


Penyerahan Rumah Solar Dryer IoT turut dihadiri perwakilan Disperindag, Ketua dan Pembina BEM UNSRI, Pembina Ormawa UNSRI, Pembina Kegiatan PPK Ormawa UNSRI, Ketua dan Wakil Ketua BEM UNSRI, serta masyarakat Desa Tanjung Pering.


Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok binaan dan masyarakat setempat. Pemanfaatan Rumah Solar Dryer IoT juga diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu produk perikanan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat Desa Tanjung Pering. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • UNSRI Serahkan Rumah Solar Dryer IoT kepada Kelompok Binaan di Desa Tanjung Pering

Terkini

Topik Populer