![]() |
| Gambar ilustrasi. (Sumber: AI) |
PUYANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, masih menjadi perhatian meski hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (1/11/2026) siang hingga malam.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, masih terdeteksi dua titik panas atau hotspot yang berada di Kecamatan Indralaya Utara dan Pemulutan Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir, Elvis Rusdy, mengatakan bahwa keberadaan hotspot tidak selalu menandakan terjadinya kebakaran aktif. Namun, potensi titik panas berkembang menjadi titik api atau firespot tetap harus diantisipasi.
"Hotspot itu titik panas yang terdeteksi oleh satelit akibat adanya peningkatan suhu permukaan bumi. Namun tidak semua hotspot berarti kebakaran. Firespot, titik api yang memang terdeteksi sebagai kebakaran aktif. Nah, potensi kemungkinan menjadi firespot ini yang perlu dicegah," terang Elvis kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Menurut Elvis, pengalaman dari sejumlah kejadian karhutla di Ogan Ilir menunjukkan bahwa sedikitnya jumlah hotspot tidak serta-merta berarti rendahnya ancaman kebakaran.
Karena itu, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Sebisa mungkin mencegah daripada apinya membesar dan meluas ke objek vital, baru setelahnya kerepotan. Jangan sampai seperti itu," ujarnya.
Di sisi lain, curah hujan yang cukup tinggi turut menambah persediaan air di kanal-kanal. Kondisi tersebut dimanfaatkan personel kepolisian untuk melakukan pemetaan dan simulasi pergerakan kendaraan pemadam apabila terjadi karhutla.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Mansyur, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan karhutla adalah pemadaman kebakaran di lahan gambut.
Menurutnya, api yang terlihat di permukaan lahan gambut belum tentu sepenuhnya padam meskipun telah dilakukan pemadaman. Bara api masih berpotensi bertahan di bagian bawah permukaan tanah.
"Meskipun api di permukaan gambut padam, namun di dasar lahannya masih tetap membara. Apakah hujan hari ini mampu memadamkan bara api di dasar gambut? Kita belum tahu, namun yang jelas di situ ada hotspot," jelas Mansyur.
Selain memetakan kawasan gambut, petugas juga melakukan pemetaan berbasis koordinat lapangan dengan menyusuri jalur hijau. Langkah ini dilakukan untuk memeriksa kondisi vegetasi di kawasan lahan rawa dan lahan mineral.
Mansyur menjelaskan, kawasan rawa dan lahan mineral juga berpotensi mengalami peningkatan hotspot apabila kondisi lahan tidak mendapatkan pasokan air yang cukup dari kanal.
"Selain gambut, lahan rawa dan mineral ini juga bisa terjadi penambahan hotspot kalau tidak dibasahi air di kanal. Tentunya upaya pencegahan diutamakan karena alhamdulillah ada hujan," ucap Mansyur.
Meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah, upaya pencegahan karhutla di Ogan Ilir tetap diintensifkan.
Pemantauan hotspot, kesiapsiagaan personel gabungan, serta pemetaan jalur pemadaman dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas dan mengancam kawasan maupun objek vital.*
