terkini

Dies Natalis ke-63, FP UNSRI Soroti Inovasi dan Biosekuriti untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Thursday, September 24, 2026, Thursday, September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T04:11:18Z

FP UNSRI menggelar peringatan Dies Natalis ke-63 bertema “Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Kamis (24/9/2026). (Foto: IST)

PUYANG
- Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (FP UNSRI) menggelar peringatan Dies Natalis ke-63 di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Kamis (24/9/2026). 


Mengusung tema “Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk membahas peran inovasi dan perlindungan sumber daya pertanian dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.


Peringatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes.; Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Alfitri, M.Si.; Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, Dr. Inayati Mandayuni, S.T., M.Si.; serta Dekan FP UNSRI, Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr., bersama sivitas akademika FP UNSRI.


Hadir pula Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si.; Tenaga Ahli Utama Badan Karantina Indonesia, Moksa Hutasoit, S.IP.; Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, drh. Sri Endah Ekandari, M.Si.; Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si.; serta Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir, Dicky Syailendra, S.Sos.


Dalam sambutannya, Dekan FP UNSRI, Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr., menyampaikan bahwa perjalanan 63 tahun telah menjadi bagian dari pengalaman FP UNSRI dalam berkontribusi bagi pengembangan ilmu pertanian, khususnya di Sumatera Selatan. 


Ia juga mengapresiasi kehadiran Kepala Badan Karantina Indonesia serta kerja panitia yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan dan mempererat kebersamaan keluarga besar FP UNSRI.


Prof. Muslim menjelaskan bahwa tema Dies Natalis ke-63 berkaitan erat dengan tantangan global, terutama ancaman masuknya hama dan penyakit eksotik A1 yang berpotensi mengganggu sektor pertanian dan perekonomian nasional. 


Ia menilai peran Badan Karantina Indonesia penting dalam mencegah masuknya ancaman tersebut. Selama ini, lembaga tersebut juga telah menjadi mitra FP UNSRI dalam mendukung kegiatan pembelajaran, program magang mahasiswa, dan penelitian.


“Pada Dies Natalis FP UNSRI ke-63 ini, kami mengangkat tema Inovasi dan Biosekuriti sebagai Pilar Pertanian Tangguh untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Karantina Indonesia sebagai garda terdepan dalam mengawal dan mencegah masuknya ancaman tersebut. Bagi kami, Badan Karantina Indonesia juga merupakan mitra yang telah banyak mendukung kegiatan pembelajaran, menjadi tempat mahasiswa magang, serta mendukung kegiatan riset,” ujarnya.


Ia berharap peringatan Dies Natalis ke-63 dapat memberikan semangat baru bagi seluruh sivitas akademika FP UNSRI untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan pertanian tangguh.


“Kami berharap melalui dies natalis ke-63 ini akan memberikan semangat dan energi baru serta menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika FP UNSRI untuk berkarya bersama menciptakan inovasi-inovasi kreatif membangun pertanian tangguh,” pungkasnya.


Mewakili Rektor UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar FP UNSRI yang selama 63 tahun telah menjaga dan mengembangkan tradisi akademik serta pengabdian kepada masyarakat.

 

Menurutnya, perjalanan tersebut juga membawa tanggung jawab yang semakin besar dalam menjawab berbagai tantangan pertanian, mulai dari perubahan iklim, dinamika perdagangan global, tekanan terhadap sumber daya alam, ancaman hama dan penyakit, hingga tuntutan keamanan dan keberlanjutan pangan.


“Pertanian saat ini harus dipandang sebagai sebuah sistem yang dikelola secara utuh. Karena itu, inovasi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sementara biosekuriti menjadi bagian penting dalam melindungi sumber daya pertanian dan menjaga keberlanjutan sistem pangan. Keduanya membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola yang kuat,” ungkapnya.


Prof. Radiyati menambahkan bahwa FP UNSRI memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset yang berdampak, inovasi yang dapat diterapkan, serta lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan. 


Pengembangan keunggulan lokal, terutama potensi lahan rawa dan sumber daya pertanian Sumatera Selatan, juga menjadi modal penting untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi pembangunan pertanian nasional.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., menyampaikan orasi ilmiah mengenai sejumlah isu strategis dalam pembangunan pertanian. 


Ia membahas tantangan global, peralihan dari pertanian produktif menuju pertanian tangguh, serta pentingnya inovasi dalam mengubah pengetahuan menjadi solusi.


Abdul Kadir juga menekankan biosekuriti sebagai langkah pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi bencana. 


Deteksi dini, menurutnya, menjadi aspek penting karena pencegahan lebih efektif dibandingkan penanganan setelah dampak terjadi. Orasi tersebut turut mengangkat perlunya integrasi inovasi dan biosekuriti, peran strategis FP UNSRI, penguatan kolaborasi pentahelix, serta agenda pembangunan pertanian menuju Indonesia Emas 2045.


Melalui peringatan Dies Natalis ke-63, FP UNSRI kembali menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dies Natalis ke-63, FP UNSRI Soroti Inovasi dan Biosekuriti untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Terkini

Topik Populer