terkini

39 Mahasiswa Universiti Malaya Ikuti Sriwijaya International Student Mobility Program (SISMP) 2026

Tuesday, September 15, 2026, Tuesday, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T04:39:09Z

Sriwijaya International Student Mobility Program (SISMP) 2026 mempertemukan 39 mahasiswa Fakultas Sains Universiti Malaya, Malaysia, dengan sivitas akademika UNSRI dalam rangkaian kegiatan akademik dan budaya di Indralaya dan Palembang, 13–19 September 2026.

PUYANG
- Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyambut 39 mahasiswa Fakultas Sains Universiti Malaya, Malaysia, dalam Sriwijaya International Student Mobility Program (SISMP) 2026. 


Program bertema “Bridging Theory and Practice: Collaborative Science for Sustainable Development Goals” tersebut berlangsung pada 13–19 September 2026 di Kampus UNSRI Indralaya dan Palembang.


Pembukaan SISMP 2026 dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr. Dalam sambutannya, Prof. Rujito menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi Universiti Malaya dengan sivitas akademika UNSRI.


“Atas nama Universitas Sriwijaya, kami menyambut dengan hangat seluruh peserta Sriwijaya International Student Mobility Program (SISMP) 2026. Selamat datang di Universitas Sriwijaya, selamat datang di Indralaya, selamat datang di Sumatera Selatan, dan selamat datang di Indonesia. Kami sangat senang atas kehadiran seluruh peserta,” ujarnya.


Ia menjelaskan, program mobilitas mahasiswa tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengunjungi perguruan tinggi lain, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, membangun jejaring, berkolaborasi, serta mengenal perspektif dan budaya yang berbeda.


“Universitas memiliki peran penting tidak hanya dalam memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mempersiapkan generasi muda menjadi warga negara global,” katanya.


Prof. Rujito menilai Universiti Malaya dan UNSRI memiliki kesamaan aspirasi dalam pengembangan keunggulan akademik, penelitian, inovasi, dan kerja sama internasional. Karena itu, ia berharap SISMP 2026 dapat berkembang menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi.

 

Ia juga turut mendorong peserta untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan selama program, baik kegiatan akademik maupun budaya.


“Jangan ragu untuk bertanya, membagikan ide, berkomunikasi dengan mahasiswa dan dosen Universitas Sriwijaya, dan yang paling penting, jangan takut mencoba hal-hal baru,” pesannya.


Selain kegiatan akademik, Prof. Rujito mengajak mahasiswa Universiti Malaya mengenal lebih dekat budaya lokal selama berada di Sumatera Selatan, khususnya di Indralaya dan Palembang. 


Menurutnya, kedekatan sejarah, budaya, dan sosial Indonesia dan Malaysia dapat menjadi modal dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat, termasuk di kalangan generasi muda.


Ia berharap para peserta pulang tidak hanya membawa pengalaman akademik, tetapi juga persahabatan, kenangan, dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Indonesia.


“Pertukaran mahasiswa hari ini bisa menjadi kolaborasi penelitian di masa depan. Diskusi hari ini bisa berlanjut menjadi proyek bersama. Persahabatan hari ini bisa menjadi kemitraan profesional seumur hidup. Itulah semangat internasional yang ingin kita kembangkan di Universitas Sriwijaya,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Pelaksana SISMP 2026 menyampaikan bahwa 39 mahasiswa Fakultas Sains Universiti Malaya yang mengikuti program berasal dari berbagai bidang keilmuan. 


Bidang tersebut meliputi Matematika, Statistika, Ilmu Aktuaria, Fisika, Geologi Terapan, Kimia, Biokimia, Bioteknologi, Ekologi dan Keanekaragaman Hayati, Mikrobiologi dan Genetika Molekuler, serta Manajemen Lingkungan.


Menurutnya, tema SISMP 2026 menekankan keterhubungan antara teori dan praktik dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ia mengutip pemikiran Immanuel Kant bahwa pengalaman tanpa teori akan menjadi buta, sedangkan teori tanpa pengalaman hanya menjadi permainan intelektual.


Atas dasar itu, sinergi antara teori dan pengalaman dinilai penting untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus merespons berbagai persoalan nyata.


“Subtema collaborative science juga sangat selaras dengan keberagaman latar belakang pendidikan para peserta. Kami meyakini bahwa program ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi peserta, baik dalam bidang keilmuan masing-masing maupun dalam wawasan multidisiplin,” ujarnya.


Selama pelaksanaan SISMP 2026, peserta mengikuti berbagai kelas dan kegiatan yang disiapkan panitia. Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, mengeksplorasi pengetahuan, dan berkolaborasi dalam lingkungan akademik internasional.


Ketua Pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UNSRI, khususnya FMIPA, Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni, Biro Manajemen Bisnis, serta Bagian Umum dan Rumah Tangga atas dukungan terhadap penyelenggaraan SISMP 2026.


Apresiasi turut diberikan kepada seluruh anggota panitia yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan program.


Program SISMP 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik dan lintas budaya kepada peserta juga membuka ruang pengembangan jejaring kerja sama antara kedua perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 39 Mahasiswa Universiti Malaya Ikuti Sriwijaya International Student Mobility Program (SISMP) 2026

Terkini

Topik Populer