terkini

Era “Bakar Uang” Telah Usai, UMKM Harus Memaksimalkan Konten Kreatif Pada Media Sosial

Wednesday, June 17, 2026, Wednesday, June 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T09:23:45Z
Galih Priambodo, S.Pd., M.I.Kom - Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya. (Foto: Dok)


 

PUYANG - Marketplace Indonesia seolah telah mencapai titik jenuh yang tak bisa dihindari. Era "bakar uang" yang begitu memanjakan konsumen dengan subsidi ongkos kirim dan diskon - diskon masif pada produk unggulan kini telah berakhir. 


Pergolakan ekonomi global sekan mengarahkan semua sektor untuk semakin efisien. Dengan perhitungan ketat dimana platform banyak membebankan biaya keberlangsungan bisnis mereka langsung kepada margin penjual. Gambaran ini akan memiliki dampak pada pergerakan UMKM.

 

Kondisi ini akan mengarahkan UMKM untuk mulai berhenti melihat marketplace sebagai pusat basis keuntungan dan mulai memposisikannya sebagai alat akuisisi. 


Keputusan banyaknya platform marketplace besar untuk menyesuaikan biaya admin, layanan promo, iklan internal, hingga biaya penanganan memberikan dampak langsung kepada pendapatan penjual dan semakin menggerus margin para penjual.

 

UMKM harus memaksimalkan strategi mandiri melalui media sosial. Tanpa mengeksekusi strategi transisi ke kanal mandiri, UMKM hanya akan menjadi "budak algoritma" yang bekerja untuk menghidupi ekosistem platform marketplace. 


Beriklan di media sosial menjadi sebuah pilihan potensial dalam proses pemasaran dan closing payment produk UMKM. Beriklan di media sosial bukan lagi sekadar hobi, melainkan akan menjadi mesin konversi dalam proses penjualan produk.

 

Media sosial akan berkembang menjadi sebuah ruang perdagangan dengan peluang yang masih sangat terbuka, dimana konsumen cenderung memilih merek yang memiliki kredibilitas dan visibilitas tinggi. 


Mempersiapkan kredibilitas dengan membangun akun Official yang memiliki image dan citra positif menjadi langkah awal dalam memaksimalkan media sosial. 


Kepercayaan adalah komoditas mahal yang mendeskripsikan kualitas barang atau jasa untuk membangun reputasi jangka panjang. 


Faktor lain yang juga memiliki pengaruh seperti konsistensi dalam mengunggah konten juga menjadi unsur penting untuk tetap berada dalam jangkauan target  audiens. 


Selalu aktif berinteraksi dan membalas komentar atau pertanyaan audiens untuk memperkuat ikatan komunitas menjadikan keterikatan emosional para audiens semakin kuat.

 

Beberapa ide kreatif pembuatan konten iklan pemasaran media sosial yang dapat dikembangkan antara lain: 

 

  1. Membuat konten di balik layar, yang menyajikan gambaran kegiatan produksi atau kegiatan operasional yang menarik perhatian audiens tanpa biaya iklan yang besar.
  2. Memembangun konten edukasi yang berisi kegiatan bersama komunitas dan membangun komunitas di platform media sosial.
  3. Membuat konten ulasan video pendek tentang produk di media sosial sebelum bertransaksi.
  4. Bekerja sama dan berkolaborasi dengan pembuat konten mikro sehingga dapat membantu membangun hubungan langsung yang lebih otentik dengan audiens.
  5. Membuat konten pengalaman langsung para pengguna produk dengan mengajak pelanggan lama untuk merekomendasikan produk ke jejaring mereka di media sosial.

 

 Masa depan UMKM tidak lagi bergantung pada kendali marketplace besar, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem mandiri. 


Integrasi antara iklan kreatif yang dioptimasi dengan keterhubungan dan kemudahan bertransaksi. 


Aplikasi komunikasi tidak berbayar akan menjadi ujung tombak penghubung transaksi yang menjadi jembatan murah dalam memaksimalkan jual beli produk UMKM.


Penulis: Galih Priambodo, S.Pd., M.I.Kom - Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Era “Bakar Uang” Telah Usai, UMKM Harus Memaksimalkan Konten Kreatif Pada Media Sosial

Terkini