terkini

Menuju Kampus Global, Unsri Gandeng LDKPI Perkuat Internasionalisasi

Tuesday, May 19, 2026, Tuesday, May 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T13:36:42Z

Talkshow bertajuk “UNSRI bersama Indonesian AID: Mempererat Diplomasi, Memperkuat Ekonomi” di Aula Pascasarjana Unsri. (Foto: IST)




PUYANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) terus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui berbagai program internasionalisasi. 


Salah satu upaya terbaru dilakukan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) untuk mendukung pengembangan pendidikan internasional, peningkatan mobilitas akademik, serta perluasan jejaring global.


Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Unsri dan LDKPI yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Pusat Administrasi Kampus Bukit Besar Unsri, Palembang.


Wakil Rektor IV Unsri, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, mengatakan internasionalisasi telah menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pengembangan universitas. 


Berbagai langkah terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas akademik, penguatan fasilitas pendukung, hingga pembukaan peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan akademisi internasional untuk beraktivitas di lingkungan Unsri.


Menurutnya, kerja sama dengan LDKPI menjadi bagian penting dalam mempercepat pencapaian target tersebut. LDKPI dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Indonesia melalui berbagai program kerja sama internasional dan pengelolaan dana pendidikan.


“Kami menganggap LDKPI sangat penting dan strategis. Ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam memperkuat pembangunan melalui sektor pendidikan,” ujarnya.


Sebagai bagian dari program internasionalisasi, Unsri saat ini tengah menyiapkan berbagai fasilitas dan program yang mendukung kehadiran mahasiswa asing.


 Kampus tersebut menargetkan dapat menerima sekitar 200 mahasiswa internasional dalam beberapa tahun ke depan, termasuk melalui program doktor internasional yang sedang dikembangkan.


“Infrastruktur sudah kami siapkan, termasuk laboratorium nasional dan berbagai fasilitas akademik yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian,” kata Joni.


Untuk meningkatkan daya tarik di tingkat global, Unsri juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa asing jenjang magister dan doktor. 


Selain itu, universitas terus memperluas kerja sama internasional serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program studi lanjut bagi dosen.


Saat ini Unsri memiliki sekitar 39 ribu mahasiswa dengan sekitar 10 persen merupakan mahasiswa pascasarjana. Dalam dua tahun terakhir, Unsri juga telah menerima sekitar 500 dosen baru yang diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan kualitas akademik universitas ke depan.


“Kami terus berupaya mencarikan beasiswa doktor bagi dosen-dosen baru agar kualitas akademik semakin meningkat dan mampu bersaing secara global,” jelasnya.


Upaya internasionalisasi tersebut juga didukung oleh capaian sejumlah program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah mendapatkan pengakuan dari lembaga akreditasi internasional berbasis di Amerika Serikat.


Foto bersama usai pembukaan Talkshow bertajuk “UNSRI bersama Indonesian AID: Mempererat Diplomasi, Memperkuat Ekonomi” di Aula Pascasarjana Unsri. (Foto: IST)




Sementara itu, Direktur Utama LDKPI, Dalyono, menegaskan kesiapan lembaganya untuk berkolaborasi dengan Unsri dalam mendukung berbagai program pendidikan internasional. 


Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi menjadi salah satu agenda penting dalam meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.


“Kami senang dapat berkolaborasi dan bersama-sama merumuskan berbagai kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.


Dalyono menjelaskan bahwa LDKPI memiliki mandat untuk mengelola dana hibah dan dana abadi yang dioptimalkan guna mendukung berbagai program pembangunan jangka panjang, termasuk sektor pendidikan dan kerja sama internasional.


Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir Program TIAS (The Indonesian AID Scholarship) yang dikelola LDKPI telah memberikan beasiswa kepada 286 mahasiswa asing dari berbagai negara. 


Program tersebut menjadi salah satu instrumen diplomasi pendidikan Indonesia sekaligus sarana memperkuat hubungan antarnegara melalui sektor pendidikan tinggi.


Kerja sama antara Unsri dan LDKPI diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan program beasiswa, pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset internasional, serta peningkatan jumlah mahasiswa asing di Unsri. 


Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi universitas dalam memperkuat posisi sebagai kampus yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global.


Pada kesempatan yang sama, LDKPI juga menggelar talkshow bertajuk “UNSRI bersama Indonesian AID: Mempererat Diplomasi, Memperkuat Ekonomi” yang menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas peran kerja sama internasional dalam mendukung pembangunan ekonomi dan diplomasi pendidikan Indonesia.*


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menuju Kampus Global, Unsri Gandeng LDKPI Perkuat Internasionalisasi

Terkini

Topik Populer