![]() |
| Narasumber, M Mifta Farid saat menyampaikan materi di Depan mahasiswa FDK UIN Raden Fatah. (Foto: Juwita) |
PUYANG - Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat bagi mahasiswa.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi anti kekerasan yang digelar di Musholla FDK pada 11 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Jurnalistik sebagai bentuk edukasi untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus, termasuk praktik toxic senioritas yang kerap terjadi dalam organisasi maupun kehidupan akademik.
Turut dihadiri Wakil Dekan I, Dr. Nurseri Hasnah Nasution, M.Ag mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya kerjasama yang dilakukan bersama berbagai pihak dalam mencegak aksi kekerasan di lingkungan kampus.
"Kita ingin mahasiswa tau bentuk kekekerasan dan mereka bisa tau alur dalam melaporkannya," tegasnya.
Narasumber kegiatan, M. Mifta Farid, M.I.Kom menjelaskan bahwa kekerasan di lingkungan kampus tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa tekanan psikologis, intimidasi, hingga budaya senioritas berlebihan yang membuat mahasiswa merasa tidak nyaman dan tertekan.
Menurutnya, praktik senioritas yang dibungkus atas nama kedisiplinan atau loyalitas organisasi dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental mahasiswa apabila dilakukan secara tidak sehat.
“Kekerasan psikologis sering kali dianggap hal biasa dalam lingkungan organisasi. Padahal, jika terus dibiarkan, hal tersebut dapat membuat seseorang kehilangan rasa aman dan kepercayaan dalam kelompoknya,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Mifta Farid juga mengajak mahasiswa untuk berani speak up ketika melihat maupun mengalami tindakan kekerasan. Ia menilai keberanian untuk menyuarakan kebenaran menjadi langkah penting dalam membangun budaya kampus yang lebih humanis dan suportif.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pendampingan terhadap korban kekerasan. Orang-orang terdekat dinilai memiliki peran besar dalam membantu korban agar merasa aman dan nyaman untuk menceritakan pengalaman traumatis yang dialami.
“Korban biasanya sulit terbuka. Karena itu, kita harus menjadi orang yang mampu membuat korban merasa diterima dan dipercaya,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh mahasiswa. Melalui sosialisasi ini, FDK UIN Raden Fatah berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan, intimidasi, maupun budaya senioritas yang tidak sehat.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber M. Mifta Farid, M.I.Kom yang diserahkan langsung oleh Dr. Nurseri Hasnah Nasution, M.Ag. (Juwita)
