![]() |
Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si, memimpin ambil sumpah sarjana pada Wisuda ke-183 di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (15/4/2026). )Foto: IST) |
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengukuhkan 1.190 lulusan dalam Wisuda ke-183 yang berlangsung di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (15/4/2026).
Prosesi wisuda kali ini terasa istimewa karena dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D, serta akademisi dari Malaysia, Prof. Datuk Ir. Ts. Dr. Ahmad Fauzi Ismail, FASc, yang memberikan orasi motivasi kepada para alumni.
Dari total 1.190 lulusan, sebanyak 619 orang berhasil meraih predikat dengan pujian, menunjukkan capaian akademik yang membanggakan bagi Universitas Sriwijaya.
Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Prof. Atip Latipulhayat dan Prof. Ahmad Fauzi Ismail atas kehadiran dan motivasi yang diberikan kepada para alumni.
“Pada wisuda kali ini terasa sangat istimewa karena telah hadir di tengah kita Wamendikdasmen, Prof. Atip Latipulhayat dan akademisi dari Malaysia, Prof. Datuk Ahmad Fauzi Ismail. Terima kasih atas kehadirannya di kampus UNSRI Indralaya,” ujar Rektor.
Rektor juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua dan wali yang telah memberikan dukungan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya hingga berhasil meraih gelar akademik.
“Kami mendoakan semoga jerih payah Bapak dan Ibu dalam mendidik anak-anaknya bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga gelar dan ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak,” ucapnya.
Ia berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai kejujuran, amanah, etika, serta moral dalam menjalankan peran di masyarakat.
Dalam orasi motivasinya, Prof. Atip Latipulhayat menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan di dunia pendidikan. Menurutnya, pemikiran manusia tetap memiliki peran penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Di masa kini ada kekuatan baru yaitu Artificial Intelligence (AI) yang mulai masuk ke dunia pendidikan. Namun saya percaya pemikiran manusia yang lahir dari proses pendidikan tidak mudah digantikan oleh AI,” ujarnya.
Ia optimistis lulusan UNSRI telah dibekali kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan yang memadai untuk menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Sementara itu, Prof. Ahmad Fauzi Ismail dalam orasinya mengajak para lulusan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, menghargai peran orang tua, serta terus mengembangkan kompetensi dan integritas.
“Hari ini adalah puncak dari kerja keras dan pengorbanan panjang. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada orang tua yang selalu mendukung perjalanan akademik kita,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama, kesiapan menghadapi tantangan, serta keberanian dalam menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses menuju kesuksesan.
“Jangan biarkan orang lain menentukan arah hidup kita, karena kitalah yang menentukan pilihan terbaik untuk masa depan,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, UNSRI turut memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih prestasi akademik serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Diketahui para wisudawan berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UNSRI, yakni Fakultas Ekonomi 101 lulusan (60 cumlaude), Fakultas Hukum 121 lulusan (71 cumlaude), Fakultas Teknik 49 lulusan (9 cumlaude), Fakultas Kedokteran 274 lulusan (34 cumlaude).
Untuk Fakultas Pertanian 97 lulusan (39 cumlaude), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 162 lulusan (29 cumlaude), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 138 lulusan (41 cumlaude).
Sementara itu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 119 lulusan (47 cumlaude), Fakultas Ilmu Komputer 59 lulusan (23 cumlaude), Fakultas Kesehatan Masyarakat 68 lulusan (21 cumlaude), serta Program Pascasarjana 2 lulusan.(Ril)
