terkini

Utamakan Komitmen dan Konsistensi Rasa Khas Pegagan, Pindang Ceto Lemak Sajikan Rasa Otentik yang Sulit Dilupakan

Friday, January 16, 2026, Friday, January 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T23:00:00Z

Pindang Ceto Lemak Cabang Jakabaring. (Foto: Nabilla Hidayati)

PUYANG
- Di tengah gempuran kuliner modern Kota Palembang, Pindang Ceto Lemak konsisten menawarkan cita rasa khas pegagan melalui resep keluarga yang otentik dari masa ke masa


Dengan nama yang terdengar unik dan menarik, siapa yang menduga bahwa Nindi (34), pemilik usaha tersebut terinspirasi dari nama grup kerjanya yaitu Ceto Bujoyo. Kata Ceto sendiri berasal dari bahasa Palembang yang artinya jelas atau terang. 


Bukan semerta-merta dibuka tanpa alasan, Pindang Ceto Lemak merupakan bentuk cinta kasih Nindi pada sang Ibu yang dulu sempat berjualan pindang selama 25 tahun lamanya.


Dari sana lah akhirnya ia tergerak untuk meneruskan resep warisan keluarga dan mendirikan Pindang Ceto Lemak di Jl Gubernur H. A. Bastari Jakabaring Kota Palembang. 


“Awalnya mau dikasih nama Ibu saya, Aci. Tapi terlalu banyak warung yang pakai nama itu, jadi saya mau yang beda makanya pilih Ceto Lemak,” jelas Nindi. 


Di tengah kesibukannya, Nindi tetap menyempatkan diri untuk mengontrol langsung keadaan di lapangan, baik dari segi tata saji, cita rasa, pelayanan, hingga kebersihan. 


Keuletan tersebut berhasil membawa Pindang Ceto Lemak resmi membuka cabang baru pada 26 Juni 2025 lalu, tepatnya di 16 Ulu Kec. Seberang Ulu II Kota Palembang. 


“Kalau di Jakabaring alhamdulillah sudah ramai. Nah di Plaju ini masih perlu dikembangkan biar bisa ramai juga,” ujarnya.


Dengan jam operasional dari pukul 9 pagi hingga 8 malam, Pindang Ceto Lemak menyajikan berbagai pilihan menu khas Pegagan. Khususnya ikan sungai seperti Pindang patin, baung, toman, seafood, beberapa jenis olahan ayam, pepes tempoyak, ikan lele, seluang, bangung, kerutup, sampai ikan salai.


Harga berkisar dari Rp15.000 untuk ikan seluang hingga Rp42.000 untuk pindang udang. Semua menu tersebut sudah dilengkapi dengan lalapan dan sambal.


“Saya ingin orang makan disini enggak takut mahal. Saya mau tempatnya bersih, nyaman, tapi tetap murah,” imbuh Nindi.


Tak hanya melayani secara offline, pelanggan juga bisa memesan melalui Grab, Gojek, dan WhatsApp admin Pindang Ceto Lemak. Sistem pemesanan ini dapat memudahkan pelanggan yang ingin menikmati pindang dari rumah.


Perjalanan Nindi dalam membesarkan nama Pindang Ceto Lemak pastinya tidak mudah. Kerap kali ia dan sang suami harus menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal.


“Kami suami istri sama-sama kerja, jadi kadang susah bagi waktu. Kalau suami ke luar kota, saya yang handle semua termasuk belanja ke pasar jam 4 pagi. Padahal jam 07.30 saya sudah harus di kantor,” tuturnya. 


Dari sisi eksternal, pergantian pegawai yang cukup sering sempat membuat Nindi kewalahan. 


“Anak muda sekarang susah bertahan di usaha seperti ini. Ada yang baru kerja 3 hari, 1 minggu, ada yang tiba-tiba mau jadi Polwan,” ujar Nindi.


Agar operasional tetap berjalan lancar, Nindi mempekerjakan pegawai yang lebih dewasa dan siap bekerja dalam jangka panjang.


Kini, Pindang Ceto Lemak total memiliki sembilan karyawan yang sebagian besar adalah tulang punggung keluarga.


Karena bagi Nindi, Pindang Ceto Lemak bukan sekadar ladang usaha, tetapi juga sarana pemberdayaan. Ia menekankan seberapa pentingnya nilai kekeluargaan, komitmen, serta kerja keras untuk mencapai kesuksesan bersama. 


“Kami tidak ingin sekadar cari untung, tapi juga bermanfaat bagi orang lain,” tutup Nindi. (Nabilla Hidayati)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Utamakan Komitmen dan Konsistensi Rasa Khas Pegagan, Pindang Ceto Lemak Sajikan Rasa Otentik yang Sulit Dilupakan

Terkini

Topik Populer