.jpg)
Bangunan Monumen Perjuangan Rakyat Bagian Selatan (MONPERA SUMBAGSEL). (Foto: Nazayla Putri)
PUYANG - Museum merupakan objek wisata edukasi yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan masyarakat terkait nilai-nilai sejarah.
Begitupula dengan Monumen Perjuangan Rakyat Bagian Selatan (MONPERA SUMBAGSEL) yang berada di Kota Palembang Sumatera Selatan.
Jika dilihat dari luar, dapat dilihat Museum ini tampak seperti Museum Sejarah pada umunya. Luas, megah, tinggi dan terawat dengan warna putih yang mendominasinya, juga halaman yang terbentang menyambut pengunjung sampai ke gerbang depan.
Siapa yang sadar, bahwa dibalik kemegahan bangunan dan arsitektur MONPERA, ternyata mengandung makna yang mendalam di baliknya.
Muhammad Romiansyah (21), seorang Pegawai sekaligus Pemandu Wisatawan (Tour Guide) di MONPERA, menjelaskan bahwa dari luar Museum tersebut tampak seperti bangunan segilima yang melambangkan lima daerah atau lima keresidenan.
“Untuk strukturnya kita bisa lihat dari luar dan dalam ya. Dari luar itu seperti bunga melati bermahkota lima yang melambangkan 5 daerah yaitu Palembang, Lampung, Jambi, Bangka, dan Belitung,” jelas Romi.
Selain itu, warna putih yang menyelimutinya melambangkan kesucian para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Lalu bangunan MONPERA yang memiliki tinggi 17 meter dengan 8 lantai dan 45 bidang ternyata menunjukkan hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.
“MONPERA punya 8 lantai yang dibangun bertahap sejak peletakan batu pertama tanggal 17 Agustus 1975 hinggs 23 Februari 1988,” ungkap Romi.
Dari 8 lantai yang ada, hanya lantai 1 sampai 5 yang memiliki koleksi, sementara lantai 6 dan 7 kosong, lalu lantai 8 merupakan rooftop. Tak lupa, Romi juga menjelaskan secara singkat koleksi yang ada di tiap lantainya.
Lantai pertama merupakan tempat Tour Guide untuk menyambut pengunjung yang datang. Di lantai ini terdapat lukisan Serang Balasan Perang Prabumulih pada Agresi Belanda I tahun 1947.
Di lantai dua ada empat senjata yang digunakan semasa perang lima hari lima malam, tiga mata uang dari tiga negara, juga dua lukisan tokoh pejuang kemerdekaan yaitu Dr. Adenan Kapau Gani dan Jendral Haji Bambang Utoyo.
Lalu lantai 3 MONPERA memiliki foto para pejuang kemerdekaan, Replika Baju Tentara Hitam Pasukan Khusus Sumatera Selatan, senjata rampasan dari Jepang semasa perang lima hari lima malam, beberapa senjata dan lukisan, serta patung perunggu setengah badan dari drg. M. Isa, Dr. Adenan Kapau Gani, dan Haji Abdul Rozak.
Di lantai atasnya yaitu lantai empat, terdapat tiga lukisan dari Haji Abdul Rozak, Brigadir Jendral Hasan Kasim dan Kolonel Haji Barlian. Ada telepon, mesin ketik, dua meriam, tiga samurai, Pedang Sabil, Ranjau darat serta alat pelempar granat.
Sementara itu, lantai lima memiliki empat patung perunggu setengah badan dari Brigadir Jendral Hasan Kasim, Mayor Jendral H. Harun Sohar, Jendral Haji Bambang Utoyo dan Kolonel Haji Barlian. Ada juga satu replika baju tentara Sumatera Selatan dan satu baju asli dari Hasan Kasim yang diwariskan oleh keluarganya untuk diwariskan.
Di lantai 5 kita juga bisa melihat lukisan Bapak Harun Sohar serta lukisan warga Sumatera Selatan yang menyambut pasukan tentara Sumsel dengan hasil rempah seperti pisang, nangka, ubi dan makanan khas yaitu lupis.
Di sisi lain, Romi turut mengungkapkan rencana pemerintah kedepannya untuk memperbaiki atap lantai lima dan enam yang rusak lalu mengisinya dengan koleksi yang lain.
“Lantai 6 dan 7 itu ada masalah di atapnya yang ambruk, tapi sudah ada rencana untuk diperbaiki dan diisi nantinya. Lalu lantai 8 rooftop untuk melihat pemandangan Kota Palembang,” pungkas Romi. (Nazayla Putri)