terkini

Para Pecinta Kopi Merapat! Plajdoe Koffie Punya Sentuhan Klasik dan Standar Istimewa di Setiap Kopinya

Saturday, January 17, 2026, Saturday, January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T23:00:00Z

Sudono (33), Owner Pladjoe Koffie Menyiapkan Pesanan Untuk Pengunjung.

PUYANG - Selain menyediakan ragam menu kekinian, akhir-akhir ini Kedai Kopi menjadi tempat favorit untuk sekadar melepas penat atau berbincang bersama teman.


Bagi para pecinta Kopi di Palembang, Pladjoe Koffie hadir dengan mengusung konsep klasik sejak 2015 silam.


Sudono (33), Owner Pladjoe Koffie, bercerita bahwa dulunya ia merupakan pekerja yang merangkap menjadi pengelola sejak satu tahun belakangan.


“Saya awalnya kerja disini sejak 2018 akhir dan baru satu tahun ikut mengelola,” ungkapnya.


Dibalik nama Pladjoe Koffie yang unik, Sudono menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari bahasa Belanda yang artinya Kopi Plaju, sesuai dengan lokasinya yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Plaju, Kota Palembang.


Berbeda dari cafe kebanyakan yang warna-warni dan terkesan ceria, desain serta interior Pladjoe Koffie memilik sentuhan klasik yang meneduhkan.


“Owner sebelumnya itu memang suka yang klasik, jadi diterapkan disini,” imbuhnya.


Tak hanya menyediakan berbagai macam kopi seperti Coffee Latte dan Ice Coffee, Pladjoe Koffie juga menyediakan pilihan kentang, mix platter dan side dish lainnya.


Harga yang dibandrol pun cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 sampai Rp26.000 saja.


Dari beberapa menu tersebut, istimewanya Pladjoe Koffie memiliki standar tersendiri untuk kopi yang mereka jual. 


Sudono tak ingin hanya sekadar menjual kopi, tetapi rasa dan kesan saat menikmati itulah yang ia utamakan. Ia ingin setiap kopi yang sampai ke pembeli bisa membuat mereka jatuh cinta dan kembali lagi nantinya. 


“Untuk para pecinta kopi pasti paham kalau tidak semua kopi itu bisa disebut kopi. Jadi kopi dari distributor biasanya dimodif lagi sesuai sama standar kita, biar sekali orang coba bakal balik lagi nantinya,” jelas Sudono.


Jam operasional Pladjoe Koffie dimulai dari pukul 10 pagi hingga 11 malam.


Dalam satu hari pengunjung yang datang berkisar 25-30 orang. Paling sedikit 15-20 orang, dan bisa mencapai 80 orang saat di waktu pergi dan pulang kerja.


Menurut Sudono, hal yang paling disukai pengunjung dari Pladjoe Koffie sudah pasti kopi mereka yang berbeda dari tempat lain. 


Kedai Kopi tersebut juga terbuka untuk semua kalangan. Bagi mereka yang ingin produktif, sharing, atau sekadar nongkrong dan melepas penat pun diterima dengan tangan terbuka.


“Disini kita sangat mengutamakan yang namanya social space, memberi ruang untuk produktif ataupun kegiatan lain. Bisa untuk yang mau sharing-sharing, curhat, ngobrol, ngerjain tugas, atau sekedar melepas penat dan ngopi santai. Kita sangat terbuka,” ucapnya.


Sudono mengaku, dulunya Pladjoe Koffie pernah mengalami masa-masa sulit saaat covid melanda. Namun karena kecintaannya terhadap kopi, ia mampu melewati masa sulit tersebut.


“Komitmen, hobi, dan rasa cinta. Kalau ga ada cinta pasti ga bisa bertahan saat itu. Kalau fokus ke bisnis sih pasti goyah, tapi kalau udah cinta buru-buruknya pun dimakan,” ujarnya.


Kedepannya untuk Pladjoe Koffie, Sudono belum memiliki rencana yang jelas. Ia ingin melihat dulu kemana arus akan membawanya. Tetapi yang pasti, ia akan terus bergerak dan melakukan perubahan.


“Harapannya pasti selayaknya orang jatuh cinta, selalu ingin yang baik dan yang terbaik untuk Pladjoe Koffie, itu aja,” pungkasnya. (Nazayla Putri)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Para Pecinta Kopi Merapat! Plajdoe Koffie Punya Sentuhan Klasik dan Standar Istimewa di Setiap Kopinya

Terkini