![]() |
| FE UNSRI menggelar Yudisium dan Pelepasan Alumni Baru ke-185 yang diikuti 535 mahasiswa selama dua hari, 10–11 Agustus 2026, di Auditorium FE UNSRI, Kampus Indralaya. (Foto: IST) |
PUYANG - Sebanyak 535 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengikuti Yudisium dan Pelepasan Alumni Baru ke-185 yang berlangsung pada 10-11 Agustus 2026 di Auditorium FE UNSRI, Kampus Indralaya.
Prosesi yang digelar selama dua hari itu diikuti 297 mahasiswa pada hari pertama dan 238 mahasiswa pada hari kedua.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., Dekan FE UNSRI, Prof. Dr. Azwardi, S.E., M.Si., jajaran Senat FE UNSRI, para Wakil Dekan, Ketua Departemen dan Program Studi, serta dosen dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Prof. Taufiq mengucapkan selamat kepada seluruh alumni serta orang tua dan wali yang telah menemani perjalanan pendidikan mahasiswa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan FE UNSRI yang telah melaksanakan proses pendidikan dengan baik.
“Selamat kepada para alumni baru yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan, baik program diploma, sarjana, magister, maupun doktor. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia berpesan agar para alumni menjadikan kejujuran, integritas, dan sikap amanah sebagai pegangan dalam menjalankan profesi di masa depan.
Dengan bekal pendidikan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNSRI, diharapkan para alumni dapat meraih keberhasilan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taufiq juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan wali apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan. Menurutnya, UNSRI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pembekalan yang dibutuhkan mahasiswa.
“Sekali lagi, selamat kepada orang tua dan wali alumni baru serta selamat kepada seluruh alumni baru. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan membawa kesuksesan dalam pengabdian di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FE UNSRI, Prof. Dr. Azwardi, S.E., M.Si., menilai bahwa momentum yudisium bukan hanya sekadar seremoni kelulusan, melainkan perayaan atas perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya.
Ia mngibaratkan proses pembuatan songket sebagai gambaran perjalanan tersebut. Berbagai pengalaman selama kuliah, mulai dari pembelajaran, organisasi, praktik, hingga menghadapi kegagalan, menjadi bagian yang saling melengkapi.
Di antara seluruh proses itu, integritas menjadi nilai yang menentukan kualitas seorang lulusan.
“Benang lungsin menjadi simbol prinsip kejujuran, disiplin, dan nalar yang berpijak pada bukti. Benang pakan menggambarkan pengalaman, pembelajaran, kegagalan, praktik, organisasi, dan pertemanan. Sementara benang emas melambangkan integritas yang menjadikan hasil tenunan bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, yudisium menjadi momentum ketika “kain” tersebut diangkat dari alat tenun. Hal itu bukan berarti proses menenun berakhir, melainkan menandai kesiapan alumni untuk melanjutkan perjalanan secara mandiri.
Prof. Azwardi juga mengingatkan bahwa dunia yang dihadapi oleh para alumni akan terus berubah. Oleh karena itu, kemampuan untuk berkembang dan menyesuaikan diri menjadi hal penting agar mereka tidak hanya bergantung pada satu keahlian saja.
“Mengacu pada pemikiran Joseph Schumpeter mengenai creative destruction, alumni diharapkan tidak menggantungkan harga diri pada satu jabatan atau keterampilan, tetapi memiliki kemampuan untuk terus belajar,” tuturnya.
Selain kemampuan profesional, ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam mencoba segala peluang dan mengambil keputusan yang ada.
Kepada para lulusan, Prof. Azwardi menitipkan tiga nilai utama, yakni merawat kejujuran terutama dalam angka, merawat keberanian untuk memilih yang benar meski sendirian, dan merawat kepedulian kepada mereka yang tidak bersuara.
“Selamat kepada seluruh peserta Yudisium ke-185. Semoga Allah SWT melapangkan setiap jalan, meneguhkan setiap langkah, dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai cahaya yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan kemanusiaan,” ucapnya.
Menutup pesannya, Prof. Azwardi memberikan apresiasi kepada orang tua dan wali atas segala dukungan, serta motivasi untuk para mahasiswa agar senantiasa berani bermimpi besar dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Almamater tidak hanya tercermin dari ijazah yang dimiliki, tetapi juga dari cara alumni memperlakukan orang lain ketika tidak ada yang memperhatikan,” pungkasnya. (*)
