terkini

UNSRI Bersama UNHAS dan UNDIP Perkuat Edukasi Pencegahan HIV bagi Remaja melalui Program Pengabdian KITA SEBAYA

Wednesday, July 29, 2026, Wednesday, July 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T11:56:37Z
Program KITA SEBAYA kolaborasi UNSRI, UNHAS, dan UNDIP dalam pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara, Rabu (29/7/2026). (Foto: IST)

PUYANG
- Pencegahan HIV di kalangan remaja menjadi perhatian serius bagi Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam  Program KITA SEBAYA (Kolaborasi, Inovatif, Transformasi, dan Aksi Sebaya). 


Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara, Rabu (29/7/2026), dengan melibatkan remaja sebagai bagian penting dalam upaya edukasi dan pencegahan HIV.


KITA SEBAYA sendiri dirancang sebagai program edukasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDS, tetapi juga membekali remaja dengan kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menghadapi tekanan dari lingkungan sebaya. 


Program ini memadukan pendekatan kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, ilmu perilaku, pendidikan kesehatan, pemberdayaan remaja, serta pemanfaatan teknologi digital.


Ketua Pelaksana Program KITA SEBAYA, Prof. Dr. Rico Januar Sitorus, S.K.M., M.Kes (Epid), menegaskan bahwa remaja perlu dilibatkan secara aktif dalam upaya pencegahan HIV. 


Menurutnya, para remaja dapat berperan sebagai penyampai informasi yang benar kepada teman-teman di lingkungan sekitar mereka.


“Remaja tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima informasi kesehatan. Mereka memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sebayanya. Karena itu, KITA SEBAYA dirancang untuk membangun pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan remaja dalam mengomunikasikan pesan pencegahan HIV secara tepat, ilmiah, dan tidak menstigmatisasi,” tegasnya.


Ia menambahkan, keterlibatan tiga perguruan tinggi memberikan kekuatan tersendiri bagi program tersebut. Kolaborasi UNSRI, UNHAS, dan UNDIP memungkinkan berbagai keahlian dan pengalaman akademik digabungkan untuk menghasilkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan remaja.


“Kolaborasi antara Universitas Sriwijaya, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas institusi dan lintas keahlian. Melalui kolaborasi ini, kita berupaya menggabungkan kekuatan akademik, pengalaman, dan inovasi untuk menghasilkan intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan,” tambahnya.


Dalam pelaksanaannya, KITA SEBAYA menggunakan pendekatan peer-led intervention yang menempatkan remaja sebagai subjek dalam proses edukasi. 


Pendekatan ini dinilai penting karena remaja tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga dukungan untuk membangun sikap, kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, serta pemahaman yang tepat mengenai HIV.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai HIV/AIDS. 


Setelah itu, Prof. Rico Januar Sitorus bersama Beka Purnama, S.K.M., memperkenalkan program KITA SEBAYA, termasuk tujuan, pendekatan, serta peran remaja dalam pencegahan HIV.


Materi selanjutnya disampaikan oleh Farida Kumalasari, S.K.M., M.K.M. Peserta diajak memahami HIV dari perspektif kesehatan masyarakat sekaligus membedakan antara informasi yang benar dengan pemahaman yang keliru untuk menghindari stigma.


Sementara itu, Rotua Lenawati Tindaon, SST., S.Keb., Bdn., M.Kes., kemudian memaparkan materi “Pendidik Sebaya: Melawan Stigma, Merangkul Sesama”. Sesi ini menekankan pentingnya peran remaja sebagai pendidik sebaya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih terbuka dan mendukung.


Selain pengetahuan, peserta juga mendapat pembekalan mengenai efikasi diri dalam pencegahan HIV di sekolah yang disampaikan oleh M. Cholil Munadi, S.Psi., M.K.M. 


Materi tersebut mendorong peserta untuk memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri dalam mengambil keputusan yang sehat, menyaring informasi, menghadapi tekanan sosial, dan berkomunikasi secara efektif.


Program kemudian memperkenalkan Website KITA SEBAYA yang disampaikan oleh dr. Danny K. Aerosta, M.K.M. Platform digital tersebut dirancang sebagai media untuk mengakses informasi kesehatan yang kredibel sekaligus mendukung proses pendampingan selama enam minggu setelah kegiatan tatap muka.


“Teknologi kita gunakan sebagai instrumen untuk memperkuat pemberdayaan. Website KITA SEBAYA diharapkan menjadi ruang belajar yang dapat diakses remaja secara lebih fleksibel, sehingga proses edukasi tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi dapat berlanjut melalui pendampingan,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan diakhiri dengan post-test dan evaluasi untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh materi dan intervensi. 


Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mengukur perkembangan pengetahuan peserta.


Program KITA SEBAYA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Good Health and Well-being. Program ini secara khusus berkaitan dengan Target 3.3 yang menargetkan pengakhiran epidemi AIDS dan sejumlah penyakit menular lainnya pada 2030.


Selain itu, program ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan literasi kesehatan dan keterampilan hidup remaja. KITA SEBAYA juga berkontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui upaya memperluas akses informasi kesehatan dan mengurangi stigma terhadap HIV.


Kolaborasi UNSRI, UNHAS, dan UNDIP sekaligus menjadi bagian dari SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kerja sama lintas perguruan tinggi tersebut mempertemukan keahlian, pengalaman, dan sumber daya akademik untuk menghasilkan kegiatan pengabdian yang lebih menyeluruh.


Lebih jauh, KITA SEBAYA sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. 


Pencegahan HIV pada remaja dipandang bukan hanya sebagai upaya mengatasi penyakit menular, tetapi juga sebagai bagian dari investasi untuk membentuk generasi yang sehat, produktif, memiliki kemampuan mengambil keputusan, dan bebas dari stigma.


Melalui kombinasi edukasi, pendidik sebaya, penguatan efikasi diri, pendampingan, serta pemanfaatan media digital, KITA SEBAYA diharapkan dapat berkembang menjadi program pemberdayaan remaja yang berkelanjutan. (*)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • UNSRI Bersama UNHAS dan UNDIP Perkuat Edukasi Pencegahan HIV bagi Remaja melalui Program Pengabdian KITA SEBAYA

Terkini