![]() |
Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., bersama jajaran menghadiri Pertemuan Forum U25 PTN-BH yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 29–30 Juli 2026. (Foto: IST) |
PUYANG – Rektor Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., bersama jajaran pimpinan UNSRI menghadiri Pertemuan Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 29–30 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UNSRI didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M. Agr., serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, Pengadaan, dan Logistik, Prof. Dr. Bernadette Robiani, M.Sc.
Forum U25 PTN-BH menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk bertukar gagasan dan memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan pertemuan kelompok kerja (Pokja) Forum U25 PTN-BH. Sejumlah agenda strategis dibahas, meliputi World Class University (WCU), dana abadi, komersialisasi aset dan joint venture, tata kelola keuangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) PTN-BH.
Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan tata kelola perguruan tinggi negeri berbadan hukum agar semakin adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam pengelolaan sumber daya, serta memiliki daya saing di tingkat global.
Menteri Pendidikan Tinggi Bahas Universitas Inklusif
Memasuki hari kedua, forum dibuka Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
Forum kemudian menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., sebagai keynote speaker. Ia menyampaikan paparan bertajuk “Mewujudkan Universitas Inklusif sebagai Fondasi Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia.”
Materi tersebut menyoroti pentingnya membangun perguruan tinggi yang inklusif sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi nasional.
Kampus tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu memastikan akses dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga kampus.
Sesi keynote berikutnya disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., dengan tema “Kepemimpinan Strategis dalam Mengakselerasi Universitas yang Aman, Inklusif, dan Berkeadilan untuk Mendukung Agenda Pembangunan.”
Rangkaian kegiatan juga diisi talkshow bertema “Universitas Inklusif dan Anti Kekerasan: Aksesibilitas, Kesejahteraan, dan Kesempatan yang Setara.”
Diskusi dipandu Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nur Syarifah, S.H., LL.M.; Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D.; Prof. Yayi Suryo Prabandari; Wuri Handayani, Ph.D.; serta Restu Tri Handoyo, Ph.D.
Talkshow membahas strategi mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang inklusif melalui penguatan aksesibilitas bagi seluruh sivitas akademika, peningkatan kesejahteraan, perlindungan terhadap kelompok rentan, dan penciptaan kesempatan yang setara.
Selain itu, forum menekankan pentingnya kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang aman, sehat, inklusif, dan berkeadilan.
Kehadiran UNSRI dalam Forum U25 PTN-BH menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan sinergi antarperguruan tinggi negeri berbadan hukum.
Pertukaran gagasan dan pengalaman dalam forum diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola serta mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing sekaligus inklusif.*
