![]() |
Pendampingan Persiapan ZI di Gedung Serbaguna (GSG) FKIP UNSRI Kampus Indralaya, Selasa (28/7/2026). (Foto: IST) |
PUYANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) mematangkan persiapan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2026.
Persiapan tersebut dilakukan melalui Pendampingan Persiapan Zona Integritas (ZI) bersama Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) FKIP UNSRI Kampus Indralaya, Selasa (28/7/2026).
Pendampingan menjadi bagian dari tahapan strategis FKIP UNSRI dalam menghadapi proses wawancara dan evaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang dijadwalkan pada Agustus 2026.
Kegiatan dibuka Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A. Dalam sambutannya, Hartono menegaskan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diarahkan untuk memenuhi indikator penilaian, tetapi menjadi bagian dari transformasi budaya organisasi.
Menurutnya, transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola yang bersih dan akuntabel serta peningkatan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika dan masyarakat.
Dekan juga memaparkan perjalanan pembangunan Zona Integritas FKIP UNSRI yang telah dipersiapkan sejak 2023. Sejumlah inovasi layanan, penguatan tata kelola, reformasi birokrasi, dan pembangunan budaya mutu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi bagaimana membangun budaya organisasi yang bersih, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan,” demikian substansi yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Sesi utama pendampingan diisi Tim Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek yang terdiri dari Lindung Saut Maruli Sirait, Mustamar, dan Vemarosa Mineli. Kegiatan dimoderatori Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas FKIP UNSRI, Dr. Didi Jaya Santri, M.Si.
Tim Inspektorat memberikan pendampingan mengenai strategi menghadapi tahapan evaluasi Zona Integritas, khususnya wawancara dengan Tim Penilai Nasional KemenPANRB.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pendampingan tersebut. Di antaranya implementasi enam area perubahan, pembuktian inovasi yang memberikan dampak, penguatan sistem pengendalian internal, hingga kesiapan pimpinan dalam menjelaskan berbagai praktik baik yang telah diterapkan FKIP UNSRI.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan unsur pimpinan dan Tim Zona Integritas FKIP UNSRI. Masukan dari Tim Inspektorat diarahkan agar setiap inovasi tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi dapat menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Pendampingan persiapan Zona Integritas FKIP UNSRI juga mendapat dukungan dari pimpinan Universitas Sriwijaya dan fakultas lain di lingkungan UNSRI.
Hadir mewakili Rektor UNSRI, Kepala Divisi Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi UNSRI, Prof. Dr. Sulastri, M.Kom., M.E. Turut hadir Direktur Direktorat Akademik UNSRI, Prof. Dr. Ida Sriyanti, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRI, Prof. Dr. Hamzah Hasyim, serta perwakilan berbagai fakultas di lingkungan UNSRI.
Kehadiran pimpinan universitas dan fakultas tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembangunan Zona Integritas yang sedang dilakukan FKIP UNSRI.
Dengan pendampingan tersebut, FKIP UNSRI optimistis menghadapi tahapan penilaian nasional WBK 2026. Komitmen tidak hanya melibatkan pimpinan dan Tim Zona Integritas, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Predikat WBK diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi menjadi pengakuan atas transformasi tata kelola yang telah dibangun sekaligus momentum untuk memperkuat budaya integritas.
FKIP UNSRI berkomitmen terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola fakultas yang unggul.*
