terkini

Mahasiswa FKIP Unsri Borong Lima Penghargaan 2nd Global Youth Summit Malaysia–Singapura

Monday, July 06, 2026, Monday, July 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T15:01:38Z

 

Deri Yansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat  meraih Juara 1, Gold Medal, Best Paper, Best Presentation, dan Favorite Poster. (Foto: IST)



PUYANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sriwijaya di kancah internasional. Deri Yansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Juara 1, Gold Medal, Best Paper, Best Presentation, dan Favorite Poster pada kategori lomba STEM dalam ajang 2nd Global Youth Summit yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura pada 27–28 Juni 2026.


Capaian tersebut semakin memperkuat deretan prestasi mahasiswa Universitas Sriwijaya di tingkat internasional sekaligus menunjukkan daya saing generasi muda Indonesia dalam forum ilmiah global.


Bagi Deri, penghargaan yang diraihnya bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar.


"Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi menjadi bukti bahwa usaha dan konsistensi yang saya lakukan selama ini membuahkan hasil. Saya berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kampus maupun masyarakat," ujarnya.


Perjalanan Deri menuju panggung internasional dimulai sejak 2024 melalui berbagai kompetisi nasional, di antaranya National Creative Essay Competition (NACEME) Universitas Negeri Medan dan Toba Essay Competition. 


Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang diangkat dalam kompetisi.


Memasuki tahun 2025, Deri mulai memperluas kiprahnya di tingkat internasional dengan mengikuti Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) di Universitas Gadjah Mada serta Global Youth Summit di Malaysia. 


Berbagai ajang tersebut memberinya pengalaman berharga sekaligus menghasilkan sejumlah penghargaan. Pada 2026, ia kembali mengikuti 2nd International Student Competition (ISC) yang diselenggarakan oleh Universiti Putra Malaysia.


Menurut Deri, forum internasional menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global. Untuk menghadapi kompetisi tersebut, ia melakukan persiapan secara intensif dengan mempelajari tema lomba melalui jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan berbagai referensi pendukung. 


Selain itu, ia juga melatih kemampuan presentasi dan public speaking serta rutin berdiskusi dengan dosen pembimbing dan rekan-rekannya guna menyempurnakan materi yang akan dipresentasikan.


Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa yang aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi, dan berbagai kompetisi, Deri mengakui bahwa tantangan terbesar adalah membagi waktu.


"Sering kali jadwal kuliah, penelitian, organisasi, dan persiapan lomba datang bersamaan. Karena itu saya membiasakan membuat target harian, menyusun prioritas, dan mengatur jadwal agar semua tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik," jelasnya.


Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan dalam mengelola waktu. Ia bahkan membiasakan menyelesaikan tugas kuliah lebih awal agar dapat lebih fokus ketika memasuki masa persiapan kompetisi.


Deri juga menegaskan bahwa perjalanan meraih prestasi tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kegagalan dalam sejumlah kompetisi, namun menjadikan setiap pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk terus berkembang.


"Saya percaya kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Justru dari setiap kegagalan kita belajar menjadi lebih baik," katanya.


Bagi Deri, terdapat tiga prinsip utama yang selalu dipegang dalam meraih prestasi, yakni menjaga konsistensi, terbuka terhadap kritik dan masukan, serta berani mencoba.


"Banyak orang sebenarnya memiliki potensi yang besar, tetapi takut memulai. Padahal kesempatan akan datang kepada mereka yang berani mengambil langkah pertama," ungkapnya.


Ia berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Sriwijaya yang berani mengembangkan potensi melalui kompetisi, penelitian, maupun berbagai kegiatan pengembangan diri di tingkat nasional dan internasional.


"Jangan pernah ragu untuk mencoba. Saya juga memulai semuanya dari nol dan pernah mengalami banyak kegagalan. Namun setiap proses itu menjadi pelajaran yang sangat berharga. Saya yakin mahasiswa Universitas Sriwijaya memiliki kemampuan untuk bersaing dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional," pesannya.


Di akhir kesempatan, Deri menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga, pimpinan Universitas Sriwijaya, FKIP, Program Studi Pendidikan Masyarakat, para dosen, sahabat, dan seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, serta motivasi selama proses perjalanan prestasinya.


Baginya, penghargaan yang diraih pada 2nd Global Youth Summit 2026 bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk terus berkarya, menginspirasi, serta membawa nama Universitas Sriwijaya dan Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional.*


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mahasiswa FKIP Unsri Borong Lima Penghargaan 2nd Global Youth Summit Malaysia–Singapura

Terkini

Topik Populer