![]() |
Departemen Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya menerima kunjungan jajaran Badan Pengusahaan Batam di Ruang Rapat Lantai 3 FMIPA Kampus Indralaya, Senin (6/7/2026). (Foto: IST)
PUYANG – Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya menerima kunjungan jajaran Badan Pengusahaan Batam di Ruang Rapat Lantai 3 FMIPA Kampus Indralaya, Senin (6/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum konsultasi dan koordinasi mengenai pemanfaatan ruang pesisir di wilayah Sumatera Selatan melalui pendekatan ilmiah.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FMIPA Unsri, Hermansyah, yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghasilkan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang berbasis data dan hasil riset.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis terkait pemanfaatan ruang pesisir di Sumatera Selatan.
Salah satu fokus pembahasan adalah pola pemanfaatan ruang pesisir oleh masyarakat nelayan, termasuk identifikasi kawasan penangkapan ikan utama beserta dinamika aktivitas penangkapan yang berkembang di wilayah tersebut.
Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan hasil dan potensi kajian ilmiah mengenai dampak perubahan kawasan pesisir, termasuk aktivitas reklamasi, terhadap produktivitas perikanan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Pembahasan turut menekankan pentingnya memahami hubungan antara aktivitas nelayan dengan ekosistem pesisir, seperti hutan mangrove dan terumbu karang, sebagai dasar penyusunan kebijakan yang mampu menyeimbangkan pembangunan, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
Pada kesempatan itu, Departemen Ilmu Kelautan FMIPA Unsri memaparkan berbagai hasil penelitian dan pengalaman dalam melakukan kajian ilmiah mengenai pengelolaan wilayah pesisir.
Berbagai penelitian tersebut menjadi bentuk kontribusi akademik Universitas Sriwijaya dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui konsultasi dan koordinasi ini, BP Batam dan Universitas Sriwijaya berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, meliputi penelitian kolaboratif, penyediaan kajian ilmiah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pendampingan penyusunan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir.
Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, kolaborasi antara Universitas Sriwijaya dan BP Batam diharapkan mampu menghasilkan inovasi, rekomendasi strategis, serta solusi berbasis riset yang dapat diimplementasikan dalam pengelolaan wilayah pesisir.
Sinergi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pesisir yang berkelanjutan, pelestarian ekosistem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.*
