![]() |
UNSRI melaksanakan UTBK bagi calon mahasiswa baru melalui jalur SMMPTN-Barat Tahun 2026 di Kampus UNSRI Indralaya. (Foto: IST) |
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) Tahun 2026.
Ujian berlangsung selama dua hari, pada 20–21 Juni 2026, dengan pusat pelaksanaan di Kampus UNSRI Indralaya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI yang juga Ketua Pelaksana UTBK UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., mengatakan bahwa sebanyak 710 peserta terdaftar mengikuti UTBK SMMPTN-Barat tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan ujian dipusatkan di Kampus UNSRI Indralaya dengan memanfaatkan delapan ruang ujian yang tersebar di tiga lokasi, yakni Fakultas Ekonomi, Gedung Student Center, dan UPT Perpustakaan.
"Pada hari pertama pelaksanaan ujian, dari total 419 peserta yang terdaftar, sebanyak 346 peserta hadir mengikuti ujian, sedangkan 73 peserta tidak hadir. Sementara pada hari kedua, dari 291 peserta yang terdaftar, sebanyak 266 peserta hadir dan 25 peserta tidak hadir," ujar Prof. Rujito.
Secara keseluruhan, tingkat kehadiran peserta mencapai 612 orang (86,2 persen), sedangkan 98 peserta (13,8 persen) tidak hadir selama pelaksanaan ujian.
Prof. Rujito menyampaikan bahwa seluruh rangkaian UTBK berlangsung dengan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.
Kelancaran tersebut tidak terlepas dari dukungan panitia, pengawas, serta seluruh unit kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan ujian.
"UNSRI juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung ujian berfungsi dengan baik sehingga peserta dapat mengikuti ujian secara optimal," katanya.
UTBK SMMPTN-Barat merupakan salah satu mekanisme seleksi mandiri yang diselenggarakan secara bersama oleh perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia.
Melalui jalur ini, calon mahasiswa memperoleh kesempatan untuk bersaing masuk ke berbagai program studi sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan akademik masing-masing.
Prof. Rujito berharap proses seleksi tersebut mampu menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas dan memiliki potensi akademik yang baik.
"UNSRI berharap proses seleksi ini dapat menjaring calon mahasiswa yang berkualitas dan unggul," pungkasnya.*
