![]() |
UNSRI terus memperkuat transformasi digital menuju tata kelola yang modern, efektif, transparan, dan berbasis data. (Foto: IST) |
PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan perguruan tinggi menuju tata kelola yang modern, efektif, transparan, dan berbasis data.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Percepatan Universitas Sriwijaya PTNBH dan Digitalisasi Kampus dalam Satu Data" yang digelar di Ruang Rapat KPA Kampus UNSRI Bukit Besar Palembang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan menghadirkan Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Ph.D., akademisi Universitas Airlangga (UNAIR) yang memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem digital kampus terintegrasi.
Acara diikuti Rektor UNSRI beserta jajaran pimpinan universitas, dekan, wakil dekan, direktur, kepala kantor, kepala subdirektorat, Ketua LPPM, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Universitas Sriwijaya.
Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan sistem satu data merupakan agenda strategis universitas yang telah dirintis dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, digitalisasi kampus menjadi kebutuhan penting untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"UNSRI sedang membangun sistem yang terintegrasi, mencakup keuangan, sumber daya manusia, pembelajaran, dan berbagai layanan lainnya. Harapannya seluruh sistem tersebut tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi satu kesatuan yang saling terhubung sehingga menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan," ujar Prof. Taufiq.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan komitmen seluruh sivitas akademika.
Sistem yang dibangun, lanjutnya, merupakan aset bersama yang harus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung kemajuan universitas.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, Hilirisasi, dan Teknologi Informasi UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD., M.Kes., menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi salah satu fondasi utama dalam perjalanan UNSRI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Menurutnya, pengalaman Universitas Airlangga dalam membangun sistem informasi terintegrasi dapat menjadi referensi berharga bagi UNSRI dalam mengembangkan sistem satu data yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie memaparkan perjalanan transformasi digital Universitas Airlangga, mulai dari pengembangan cyber campus hingga terbentuknya sistem informasi kampus yang terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa implementasi sistem satu data bukan sekadar proyek teknologi informasi, melainkan bagian dari transformasi tata kelola institusi secara menyeluruh.
"Perguruan tinggi tidak lagi dapat mengandalkan pengelolaan data secara manual. Sistem yang terintegrasi akan mempermudah pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat interoperabilitas dengan berbagai sistem nasional," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh komitmen pimpinan, kesamaan visi antarunit, penyusunan proses bisnis yang jelas, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia.
Prof. Tjitjik mengapresiasi langkah Universitas Sriwijaya yang mulai membangun sistem satu data terintegrasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola PTNBH.
Menurutnya, dengan dukungan seluruh unit kerja, sistem tersebut akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, administrasi, serta pengelolaan institusi.
Melalui pengembangan sistem digital terintegrasi, UNSRI menargetkan terwujudnya ekosistem kampus yang lebih modern, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi universitas dalam meningkatkan daya saing, memperkuat tata kelola, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data menuju Universitas Sriwijaya yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek implementasi digitalisasi kampus, mulai dari integrasi data, penyelarasan proses bisnis, penguatan infrastruktur teknologi informasi, hingga strategi membangun budaya digital di lingkungan Universitas Sriwijaya.
Berbagai masukan yang mengemuka dalam forum tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam mewujudkan visi UNSRI Digital yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.*
