terkini

UNSRI dan RSMH Kembangkan Smart Health Berbasis AI untuk Rumah Sakit Digital

Friday, June 19, 2026, Friday, June 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T01:37:52Z

 

UNSRI bersama RSMH Palembang melakukan uji coba sekaligus pemasangan perangkat Smart Health di Graha Eksekutif RSMH Palembang, Jumat (19/6/2026). (Foto: IST)



PUYANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang melakukan uji coba sekaligus pemasangan perangkat Smart Health di Graha Eksekutif RSMH Palembang, Jumat (19/6/2026). 


Kegiatan ini menjadi langkah nyata kolaborasi kedua institusi dalam mempercepat transformasi digital layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT).


Smart Health merupakan hasil penelitian kolaboratif dosen, mahasiswa, dan alumni Program Doktor Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya yang telah dikembangkan selama dua tahun sebagai bagian dari hilirisasi riset kampus.


Uji coba perangkat dilakukan langsung oleh Direktur Layanan Operasional (DirLO) RSMH, dr. Rahmadian, M.K.M., yang menguji keandalan sistem sekaligus memastikan seluruh data kesehatan yang dihasilkan dapat terhubung secara otomatis dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui mekanisme Single Sign-On (SSO).


Kolaborasi antara Fakultas Ilmu Komputer UNSRI dan RSMH sendiri telah terjalin selama dua tahun melalui program IMWORK–COMNETS yang melibatkan unsur perguruan tinggi, industri, dan pemerintah di Sumatera Selatan.


Perangkat Smart Health dirancang sebagai sistem pemeriksaan kesehatan awal (preliminary health screening) yang mampu mengukur enam parameter vital secara bersamaan, yakni saturasi oksigen (SpO₂), denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, tinggi badan, dan berat badan. 


Seluruh data diproses menggunakan algoritma AI untuk memberikan gambaran kondisi awal pasien secara cepat dan akurat sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.


Keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data secara langsung ke SIMRS. Dengan sistem tersebut, tenaga medis tidak lagi perlu melakukan pencatatan manual karena hasil pemeriksaan otomatis tersedia pada sistem rumah sakit sesaat setelah proses pemeriksaan selesai.


Tim Leader Smart Health sekaligus mahasiswa doktoral Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, Adi Hermansyah, menjelaskan bahwa sistem ini menawarkan berbagai manfaat, mulai dari keamanan data yang terjamin melalui sistem terpusat dan terenkripsi, mengurangi potensi kesalahan pencatatan (zero human error), hingga mempercepat pelayanan karena dokter dapat langsung mengakses hasil pemeriksaan pasien melalui SIMRS secara real-time.


Kasubdit Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., yang menjadi penghubung kolaborasi antara UNSRI dan RSMH, menjelaskan bahwa sehari sebelum pelaksanaan uji coba, tim SIMRS, Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit, dan tim Barang Milik Negara (BMN) RSMH telah mengunjungi Laboratorium COMNETS-SPCIES Fakultas Ilmu Komputer UNSRI untuk melihat berbagai inovasi yang tengah dikembangkan.


Dalam kunjungan tersebut, delegasi RSMH disambut Kepala Departemen Sistem Komputer Dr. Sutarno, Kepala Departemen Informatika Dr. Hadi Purnawan Satria, Sekretaris Departemen Huda Ubaya, serta sejumlah dosen dan peneliti Fakultas Ilmu Komputer.


Selain Smart Health, tim COMNETS-SPCIES juga memperkenalkan MEDRO (Medicine Delivery Robotics), robot pengantar obat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang mampu bergerak secara mandiri di lingkungan rumah sakit. Robot ini memanfaatkan sensor, teknologi pemetaan ruangan, serta algoritma AI untuk menentukan rute distribusi obat secara aman dan efisien.


Tim Leader MEDRO, Dr. Ahmad Zarkasi, menjelaskan bahwa robot tersebut dibangun dengan tiga teknologi utama, yaitu sistem deteksi halangan, kecerdasan navigasi berbasis AI, dan sistem hidrolik yang mendukung mobilitas perangkat. 


Kehadiran robot diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi obat, mengurangi beban kerja tenaga kesehatan, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pengiriman obat kepada pasien.


Tim COMNETS-SPCIES juga mempresentasikan pengembangan sistem interkoneksi berbagai perangkat Intensive Care Unit (ICU), seperti monitor pasien, ventilator, dan alat pemantauan tanda vital, dengan SIMRS.


Tim Leader pengembangan sistem tersebut, Dr. Kemahyanto Exsaudi bersama Rahmat Fadli Isnanto, M.Sc., menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan data klinis dari perangkat medis, termasuk monitor pasien Mindray BeneView, ditransmisikan secara otomatis ke SIMRS tanpa perlu pencatatan manual oleh tenaga kesehatan.


Pengembangan sistem diawali dengan proses identifikasi antarmuka komunikasi (interface mapping) untuk memahami format data, konfigurasi port, serta protokol komunikasi perangkat medis. 


Selanjutnya, tim membangun mekanisme UDP Listener guna menangkap data klinis secara real-time, kemudian mengembangkan proses konversi data dari standar Health Level Seven (HL7) ke format JSON sehingga lebih mudah diintegrasikan melalui Application Programming Interface (API) dengan SIMRS.


Kolaborasi pengembangan teknologi kesehatan ini melibatkan sinergi tiga unsur utama di Universitas Sriwijaya. Alumni doktoral berperan sebagai perancang arsitektur sistem, dosen menjadi motor penggerak penelitian sekaligus penghubung kebutuhan rumah sakit, sedangkan mahasiswa terlibat dalam pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak.


Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata hilirisasi hasil penelitian Universitas Sriwijaya sekaligus menunjukkan komitmen RSMH dalam mengadopsi inovasi teknologi karya anak bangsa. 


Sinergi UNSRI dan RSMH diharapkan menjadi fondasi pengembangan smart hospital di Sumatera Selatan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan.*






Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • UNSRI dan RSMH Kembangkan Smart Health Berbasis AI untuk Rumah Sakit Digital

Terkini

Topik Populer