![]() |
PT KAI - UNSRI menggelar FGD sebagai upaya menghidupkan kembali layanan Kereta Api Mahasiswa rute Kertapati–Indralaya (Kertalaya). (Foto: IST)
PUYANG – Upaya menghidupkan kembali layanan Kereta Api Mahasiswa rute Kertapati–Indralaya (Kertalaya) memasuki tahap pembahasan yang lebih serius.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memaparkan hasil studi sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait rencana reaktivasi layanan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Emilia Palembang, Senin (15/6/2026), menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, praktisi transportasi, hingga perwakilan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan transportasi publik di Sumatera Selatan.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., menilai reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan konektivitas antara Kota Palembang dan kawasan pendidikan di Indralaya.
Menurutnya, pengembangan transportasi massal tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di sekitar jalur yang dilalui.
"Transportasi publik yang terintegrasi akan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum, aparatur pemerintah, dan pelaku usaha yang beraktivitas antara Palembang dan Ogan Ilir," katanya.
Ia menambahkan, kemudahan akses transportasi berpotensi menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan Indralaya. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, wilayah tersebut dinilai memiliki peluang berkembang menjadi kawasan penyangga yang semakin produktif.
Direktur Badan Pengelola Usaha (BPU) UNSRI, Prof. Zulkipli Dahlan, DEA, mengungkapkan bahwa studi kelayakan reaktivasi sarana dan prasarana Kereta Mahasiswa UNSRI telah diselesaikan pada akhir 2025 melalui kolaborasi antara PT KAI dan Universitas Sriwijaya.
Hasil kajian tersebut menjadi dasar dalam merumuskan langkah lanjutan untuk mewujudkan kembali operasional kereta mahasiswa yang pernah menjadi moda transportasi andalan menuju Kampus UNSRI Indralaya.
Selain membahas peluang pengoperasian kembali layanan Kertalaya, forum juga mendiskusikan rencana pengembangan jangka panjang, termasuk peningkatan akses menuju kawasan kampus dan kemungkinan pengembangan jalur yang lebih optimal di masa mendatang.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap rencana yang disusun benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna serta mendukung sistem transportasi publik yang berkelanjutan," ujarnya.
Wakil Rektor IV UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyusunan studi reaktivasi Kertalaya, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, hingga pemerintah daerah terkait.
Menurutnya, kajian yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis operasional, tetapi juga kebutuhan pengguna, keselamatan perjalanan, efisiensi layanan, serta potensi integrasi dengan sistem transportasi lainnya.
Ia berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan transportasi publik yang lebih modern dan berkelanjutan.
"Kami berharap berbagai masukan yang muncul dalam forum ini dapat menjadi pijakan dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Sumatera Selatan dan civitas akademika Universitas Sriwijaya," ujarnya.
Libatkan Akademisi, Pemerintah, dan Pelaku Usaha
FGD reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, antara lain Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan H.M. Gunawan, Ketua Tim Perencana sekaligus Guru Besar UNSRI Prof. Erika Buchari, serta Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Rode Paulus Gagok.
Selain itu, dunia usaha juga turut dilibatkan melalui perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan yang memberikan pandangan terkait peluang investasi dan dampak ekonomi dari pengembangan transportasi massal di kawasan Palembang dan Ogan Ilir.
Forum tersebut diikuti oleh jajaran PT KAI, pimpinan Universitas Sriwijaya, unsur kepolisian, pemerintah daerah, organisasi transportasi, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki perhatian terhadap masa depan transportasi publik di Sumatera Selatan.
Rencana reaktivasi Kereta Mahasiswa Kertalaya diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas menuju Kampus UNSRI Indralaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan pembangunan wilayah berbasis transportasi massal di Sumatera Selatan.*
