![]() |
| Dokumentasi kegiatan guest lecturer bersama akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia. (Foto: Dok) |
PUYANG - Program Studi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang menggelar kegiatan guest lecturer bersama akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada pekan lalu.
Kegiatan ini menghadirkan dosen tamu asal Malaysia, Dr. Khazri Osman, yang membahas pentingnya penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan dakwah modern di era digital.
Kegiatan kuliah tamu internasional tersebut merupakan implementasi kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Raden Fatah Palembang dengan perguruan tinggi di Malaysia dalam bidang pendidikan dan pengembangan akademik.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Achmad Syarifudin, mengatakan kolaborasi internasional ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan UIN Raden Fatah Palembang sebagai kampus unggul di tingkat Asia Tenggara.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka wawasan global bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas akademik di lingkungan kampus,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi asal UKM Malaysia, Dr. Khazri Osman, menilai kegiatan guest lecturer sangat penting untuk mempererat hubungan kerja sama antarnegara, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi dan pengembangan keilmuan.
Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta memanfaatkannya secara positif dalam mendukung dakwah di era modern.
Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya berdampak pada dunia industri dan komunikasi, tetapi juga membuka peluang baru dalam penyebaran dakwah dan penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Selain itu, Dr. Khazri Osman juga mendorong mahasiswa untuk menjaga kualitas akademik agar mampu bersaing di tingkat internasional. Ia menyebut kerja sama yang telah terjalin dapat membuka peluang bagi mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3 di Malaysia.
Ketua Prodi Jurnalistik, Jufrizal, M.A., mengatakan kegiatan kuliah tamu ini bertujuan menambah pengalaman mahasiswa, memperluas wawasan keilmuan, serta menjadi sarana pertukaran informasi mengenai praktik jurnalisme di Malaysia.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan perspektif internasional kepada mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan media digital dan teknologi komunikasi saat ini,” katanya.*
