![]() |
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. Foto: (IST) |
PUYANG - Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, ditangkap polisi lantaran terlibat transaksi jual-beli narkoba jenis ekstasi.
Fakta ini mendapat respons langsung dari Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar yang menyebut peran orangtua sangat vital dalam membentengi anak-anak dari bahaya narkoba.
"Harusnya yang utama adalah peran keluarga, orang tua yang membentengi anaknya agar tidak terpapar narkoba," kata Panca kepada wartawan di Indralaya, Kamis (21/5/2026).
Respons Panca ini dikemukakan di sela kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 4,2 kilogram.
Sabu tersebut hasil ungkap kasus oleh Satresnarkoba Polres Ogan Ilir.
Menurut Panca, selain narkoba, judi online juga menjadi ancaman penghalang anak-anak Ogan Ilir meraih masa depan cerah.
"Lingkungan juga berpengaruh. Orang tua harus menjaga anak-anak," tegas Panca.
Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Ogan Ilir mengamankan dua orang yang terlibat transaksi jual-beli narkoba jenis ekstasi.
Mirisnya, dua orang yang diamankan berusia belia. Bahkan, salah seorang di antaranya masih berusia 16 tahun. (ADV)
