
Potret Masyarakat di Atas Jembatan AMPERA Kota Palembang. (Foto: Puyang)
PUYANG – Bahasa Palembang atau yang disebut dengan Baso Pelembang, merupakan sebuah warisan berharga yang mengalir kental dalam darah masyarakatnya.
Dengan dialek yang unik dan kosakata yang menarik, bahasa ini menjadi identitas yang membedakan mereka dengan penduduk daerah yang lain.
Dalam penuturannya sehari-hari, Baso Pelembang memiliki dua tingkatan utama yaitu Baso Pelembang Sari-sari (BPS) dan Baso Pelembang Alus (BPA). Keduanya memiliki aturan tersendiri dalam penggunaannya.
Untuk penyebutan Angka dan Hitungan Duapuluhan (21-29), Baso Pelembang juga memiliki penyebutan tersendiri yaitu Lekuran.
Berikut adalah beberapa Angka dan Hitungan Puluhan dalam Baso Pelembang:
J. Angka dan Hitungan
.jpeg)