terkini

Dukung Kampus Hijau, Unsri Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Terpadu Menuju Zero Waste

Friday, July 03, 2026, Friday, July 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T15:15:31Z

 

Universitas Sriwijaya komitmen mewujudkan kampus hijau berkelanjutan melalui program terpadu pengolahan sampah organik. (Foto: IST)



PUYANG – Universitas Sriwijaya terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan melalui program terpadu pengolahan sampah organik. 


Program ini menjadi salah satu langkah nyata universitas dalam mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan kampus.


Melalui Unit Pengolahan Sampah, Universitas Sriwijaya menerapkan berbagai metode pengelolaan limbah organik yang berasal dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus. 


Pendekatan ini tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi sivitas akademika dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular.


Salah satu metode yang diterapkan adalah pengomposan konvensional (composting). Limbah berupa daun kering, potongan rumput, dan kotoran hewan diolah melalui proses dekomposisi alami dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. 


Dalam waktu sekitar satu bulan, proses tersebut menghasilkan pupuk kompos yang kaya unsur hara dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah di taman serta ruang terbuka hijau kampus.


Selain itu, Universitas Sriwijaya juga mengembangkan vermikompos (vermicomposting) dengan memanfaatkan cacing tanah sebagai agen pengurai bahan organik. 


Melalui proses ini, cacing menghasilkan vermicast atau kascing yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. 


Proses pengolahan berlangsung sekitar tiga hingga delapan minggu.


Produksi kompos dan vermikompos tersebut diinisiasi serta dikelola secara aktif oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HILMITA) Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. 


Keterlibatan mahasiswa menjadi wujud kolaborasi antara kegiatan akademik dengan praktik lapangan sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan limbah dapat diintegrasikan dengan pengembangan kompetensi keilmuan.


Tidak hanya memanfaatkan limbah dedaunan, Universitas Sriwijaya juga mengolah sisa makanan dari kantin-kantin di lingkungan kampus menjadi Pupuk Organik Cair (POC). 


Limbah makanan dikumpulkan di Unit Pengolahan Sampah dan difermentasi menggunakan galon bekas sebagai wadah pengolahan. 


Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai guna limbah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan.


Di sisi lain, Universitas Sriwijaya juga menerapkan metode aplikasi langsung (direct application) dengan memanfaatkan daun-daun yang gugur sebagai mulsa alami. 


Dedaunan tidak seluruhnya melalui proses pengomposan, tetapi sebagian langsung disebarkan di permukaan tanah untuk menjaga kelembapan, mengurangi pertumbuhan gulma, serta memperbaiki kualitas tanah secara bertahap melalui proses pelapukan alami.


Program pengolahan sampah organik ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Sriwijaya dalam mendukung pencapaian indikator UI GreenMetric, khususnya pada aspek pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan. 


Lebih dari itu, program ini menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika untuk membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, dan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui berbagai inovasi tersebut, Universitas Sriwijaya berharap dapat terus memperkuat budaya kampus yang ramah lingkungan sekaligus menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah organik terpadu menuju kampus Zero Waste yang berkelanjutan.*


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dukung Kampus Hijau, Unsri Kembangkan Pengolahan Sampah Organik Terpadu Menuju Zero Waste

Terkini

Topik Populer