terkini

UNSRI Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Ajak Sivitas Akademika Amalkan Nilai Pancasila di Era Global

Monday, June 01, 2026, Monday, June 01, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T03:05:59Z

UNSRI menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Upacara Kampus Bukit Besar Palembang, Senin (1/6/2026). (Foto: IST)




PUYANG – Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Upacara Kampus Bukit Besar Palembang, Senin (1/6/2026). 


Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta pegawai di lingkungan UNSRI.


Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", yang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa sekaligus nilai yang relevan dalam membangun perdamaian di tingkat global.


Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali peran Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Menurut pidato Kepala BPIP yang dibacakan Rektor UNSRI, Pancasila telah membuktikan diri sebagai fondasi kokoh yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa. 


Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan global yang ditandai oleh perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, hingga berbagai potensi konflik yang mengancam persatuan.


"Pancasila harus terus hidup dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak setiap warga negara, bukan hanya menjadi simbol atau hafalan semata," demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.


Dalam pidato itu juga dijelaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, termasuk dalam upaya mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, serta kerja sama internasional.


Kontribusi Indonesia melalui pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran diplomasi dalam penyelesaian konflik kawasan, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan disebut sebagai implementasi nyata nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.


Melalui semangat tersebut, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian tidak hanya berarti berakhirnya peperangan, tetapi juga terciptanya keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.


Amanat Kepala BPIP juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Mereka diajak untuk menjadikan Pancasala sebagai living ideology atau ideologi yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan dinilai harus terus dipelihara agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang kuat menghadapi berbagai tantangan zaman.


Selain itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diingatkan agar setiap kebijakan publik selalu berorientasi pada keadilan sosial, melindungi kelompok masyarakat yang rentan, serta memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam proses pembangunan.


Di penghujung amanat, seluruh masyarakat Indonesia diajak memperkuat komitmen kebangsaan dengan terus menjaga persatuan, menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, serta tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Universitas Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik sekaligus membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, integritas, dan kepedulian terhadap kemanusiaan di tingkat nasional maupun global.*

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • UNSRI Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Ajak Sivitas Akademika Amalkan Nilai Pancasila di Era Global

Terkini