![]() |
FKIP UNSRI gelar penyelenggaraan Summer Course 2026 yang berlangsung di Aula Pascasarjana FKIP UNSRI, Kampus Bukit Besar Palembang, pada 15–20 Juni 2026. (Foto: IST) |
PUYANG - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Summer Course 2026 yang berlangsung di Aula Pascasarjana FKIP UNSRI, Kampus Bukit Besar Palembang, pada 15–20 Juni 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi Universitas Sriwijaya untuk memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Kegiatan tersebut didukung oleh pendanaan Program Equity Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola Universitas Sriwijaya sebagai upaya memperkuat kapasitas akademik dan kolaborasi global.
Summer Course 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata agenda internasionalisasi Universitas Sriwijaya untuk meningkatkan reputasi global, memperluas kemitraan internasional, serta mendorong produktivitas riset dan publikasi ilmiah bereputasi.
Ketua Pelaksana Summer Course 2026, Dr. Meryansumayeka, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan perkembangan terkini dalam bidang pendidikan matematika sekaligus meningkatkan kompetensi akademik peserta melalui kuliah, diskusi, pelatihan, dan lokakarya.
Program ini menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Dr. Zulkardi, M.Ikom., M.Sc. dan Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si. dari Universitas Sriwijaya; Prof. Michiel Doorman dan Prof. Maarten Dolk.
Selain itu dari Utrecht University, Belanda; Assoc. Prof. Dr. Toh Tin Lam dari Nanyang Technological University, Singapura; Assoc. Prof. Dr. Abdul Halim dari Universiti Teknologi Malaysia; serta Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill dari Universiti Brunei Darussalam.
Berbagai materi strategis disampaikan selama kegiatan, meliputi Realistic Mathematics Education (RME), Design Research, Programme for International Student Assessment (PISA), hingga Publication Course: How to Publish in Scopus-Indexed Journals.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta dibekali wawasan dan keterampilan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas akademik, Summer Course juga menjadi forum kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara.
Interaksi yang terjalin diharapkan berkembang menjadi kerja sama riset, publikasi bersama, pertukaran akademik, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga kemitraan strategis antarperguruan tinggi.
Sebanyak 98 peserta mengikuti Summer Course 2026, terdiri atas 73 peserta nasional dan 25 peserta internasional.
Peserta nasional berasal dari 24 kabupaten/kota di 14 provinsi di Indonesia, sedangkan peserta internasional berasal dari 13 negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Timor-Leste, Pakistan, Kenya, Yaman, Kamboja, Afghanistan, Bangladesh, Sudan, Aljazair, Nigeria, dan Mali.
Keberagaman asal peserta mencerminkan semakin luasnya jejaring akademik Universitas Sriwijaya sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif lintas budaya yang memperkaya proses pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan Summer Course 2026, FKIP Universitas Sriwijaya tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia berdaya saing global, tetapi juga memperkuat posisi UNSRI sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Sriwijaya dalam mendukung pencapaian SDGs sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di tingkat global.*
