![]() |
Timothy Otniel Adi Kristara, mahasiswa FH UNSRI meraih Medali Perak pada Asian and Oceania Sambo Championship 2026 di Manila, Filipina. (Foto: IST)
PUYANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI).
Timothy Otniel Adi Kristara, mahasiswa Fakultas Hukum UNSRI, berhasil mengharumkan nama Indonesia sekaligus almamater setelah meraih Silver Medal (Medali Perak) pada Asian and Oceania Sambo Championship 2026 yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 25–28 Juni 2026.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh International Sambo Federation (FIAS) tersebut merupakan salah satu ajang sambo paling bergengsi di kawasan Asia dan Oseania.
Kompetisi ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara, sehingga keberhasilan Timothy menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Sriwijaya mampu bersaing di tingkat internasional, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga olahraga.
Meski berhasil membawa pulang medali perak, Timothy mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaiannya.
"Jujur saya merasa kecewa dan sedih karena saya merasa seharusnya bisa tampil lebih maksimal dan membawa pulang medali emas," ujar Timothy.
Perjalanan menuju podium internasional tidak diraih secara instan. Sejak 2022, Timothy aktif mengikuti berbagai kejuaraan sambo, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Prestasinya terus meningkat dan mengantarkannya menjadi atlet termuda peraih medali cabang olahraga Sambo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Keberhasilan tersebut menjadi pijakan penting dalam kariernya. Pada 2025, Timothy berhasil meraih gelar Juara 1 Kejuaraan Nasional Sambo sekaligus bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan Tim Nasional Indonesia.
Pada tahun yang sama, ia juga tampil di Kejuaraan Dunia Sambo. Namun, cedera yang dialaminya membuat perjuangannya harus terhenti lebih awal.
Tidak menyerah, Timothy kembali menjalani latihan intensif sebagai persiapan menghadapi Asian and Oceania Sambo Championship 2026.
Selama hampir satu tahun, ia menjalani latihan dengan disiplin tinggi hingga tiga kali dalam sehari.
"Saya bangun subuh untuk latihan, kemudian berangkat kuliah ke Indralaya. Sepulang kuliah saya latihan lagi siang, lalu sore atau malam kembali latihan. Begitu terus sejak 2024. Menurut saya, mental bertarung akan tumbuh jika persiapan kita matang dan latihan dilakukan dengan sungguh-sungguh," tuturnya.
Perjuangannya di Filipina juga penuh tantangan. Timothy harus bertanding seorang diri tanpa didampingi pelatih maupun rekan satu tim dari Indonesia.
"Saya bertanding di Filipina sendirian, tanpa pelatih dan tanpa teman satu tim. Saya hanya ingin mengibarkan Bendera Merah Putih di kancah dunia. Itu menjadi satu-satunya motivasi saya untuk mengatasi semua kesulitan yang saya hadapi," katanya.
Menurut Timothy, disiplin dan dedikasi menjadi kunci utama di balik keberhasilannya.
"Faktor yang paling menentukan keberhasilan saya adalah disiplin dan dedikasi," ujarnya.
Sebagai mahasiswa sekaligus atlet nasional, Timothy dituntut mampu membagi waktu antara perkuliahan dan latihan.
Ia memilih mengurangi waktu berkumpul bersama teman serta menghindari begadang agar tetap dapat menjalani latihan dan mengikuti perkuliahan dengan optimal.
"Saya memastikan setiap tugas kuliah diselesaikan secepatnya agar tidak menumpuk dan tidak mengganggu jadwal latihan," jelasnya.
Dalam perjalanan meraih prestasi tersebut, Timothy mengaku mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, dosen, serta Universitas Sriwijaya.
Ia mendapat pendampingan dari Akhmad Idris, S.H., M.H., sebagai dosen pembimbing selama proses persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sriwijaya, khususnya Direktorat Kemahasiswaan, yang telah mendukung keberangkatannya mengikuti kejuaraan internasional tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Sriwijaya, khususnya Bunda Naya, Ibu Dr. Inayati Mandayuni, S.T., M.Si., yang telah memberikan dukungan kepada saya. Tanpa bantuan tersebut, saya mungkin tidak bisa berangkat mengikuti pertandingan ini," ungkapnya.
Kepada mahasiswa lainnya, Timothy berpesan agar berani menentukan pilihan hidup dan konsisten dalam mengejar cita-cita.
"Hidup adalah pilihan. Pilihlah yang terbaik untuk mencapai apa yang diinginkan. Untuk menggapai mimpi pasti ada sesuatu yang harus dikorbankan. Yang paling penting adalah tetap disiplin," pesannya.
Universitas Sriwijaya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih Timothy Otniel Adi Kristara.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNSRI untuk terus mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta membawa nama baik universitas dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Sriwijaya dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.*
